Begini Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan pada Kasus Patah Tulang

0 Komentar

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Patah tulang menjadi hal yang cukup membahayakan. Anda bisa melakukan pertolongan pertama sebelum pasien dibawa ke rumah sakit.

Spesialis Ortopedi, Rumah Sakit Haji, dr Helmiyadi Kuswardhana MKes SpOT mengatakan, ada dua macam patah tulang. Terbuka dan tertutup. Pada kasus patah tulang, sebelum penanganan kenali dahulu gejalanya. Pertama akan muncul gejala nyeri. Selain itu, ada kelainan bentuk yakni terjadinya rotasi atau bengkok pada tangan atau kaki, dan tulang menjadi pendek sebelah diakibatkan tarikan otot. Juga terjadi bengkak dan memar. Beberapa kasus, patah tulang juga adanya tulang yang keluar.

Pada kasus tulang keluar, tutupi dengan kain kasa. Lalu, kembalikan posisi tangan atau kaki yang patah ke posisi anatomisnya atau posisi normalnya. Cari benda keras di sekitar seperti kayu, batang pohon atau kardus yang dilipat, kemudian pasang di atas tulang yang patah. Prinsipnya letakkan melewati dua sendi.

Di tonjolan tulang, berikan kain agar kayu tak menggesek ke area yang patah. Gesekan yang dalam akan membuat luka pada kulit. Ikatlah benda yang sudah dipasang di atas bagian yang patah namun jangan terlalu kencang, karena dapat membuat darah tidak mengalir sehingga jaringan di area patahan akan mati. Jangan pula terlalu longgar, karena hanya akan membuat mobilisasi di area yang patah.“Tujuanya dipasang untuk mengurangi nyerinya. Kedua, mengurangi mobilisasi atau pergerakan. Ketiga, mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut dan mempermudah transportasi,” ungkap Owner Klinik HK Medical Center ini.

dr Helmiyadi Kuswardhana MKes SpOT

Cek kondisi aliran darah sebelum dan sesudah pemasangan dengan menekan jari. Jika dua detik kembali memerah, maka aliran darah masih lancar. Ketika sudah mengangkat pasien, posisikan tulang yang patah 30 derajat lebih tinggi dari posisi jantung agar selama perjalanan, aliran darah lancar.

Pasien bisa diberikan obat antinyeri, namun hanya jika masih dalam keadaan sadar yakni dapat berbicara atau melakukan kontak. Jika terjadi perdarahan aktif, hentikan perdarahan. “Jadi kalau patah tulang terbuka jangan jepit pembuluh darah, tetapi tekan dan jangan diikat kencang. Ikat gunakan elastis perban atau kain,” ungkapnya.

Jika kecelakaan terjadi atau trauma namun tak ada luka, waspadai terjadinya luka dalam.

Ada beberapa kasus yang mengancam jiwa. Jika tidak ada luka dari luar, maka biasanya ada luka di dalam yakni area dada terjadi sesak. Kedua, area perut yakni perut yang membesar. Ketiga, di area panggul terjadi bengkak dan paha bengkok.

Biasanya pasien juga akan mengalami tensi rendah dan keringat dingin. Luka ini biasanya akan terjadi truama pecah pembuluh darah yang bisa membuat kondisi menurun. Jika terjadi, segera bawa ke faskes terdekat agar dapat ditangani secara medis.

Adapula patahan yang terjadi di leher juga sangat berbahaya. Pasien tidak sadarkan diri dan terjadi bengkak di bagian leher. Cara penanganannya tak boleh diangkat sembarangan. Angkat bagian tubuh dan juga leher harus segaris jangan membiarkan leher tertekuk karena dapat menyebabkan kematian. Jika pasien hidup, maka akan mengalami kecacatan.

Jika terjadi patah tulang sebaiknya jangan membawa ke tukang urut, karena ditakutkan akan memperparah kondisi pasien. Untuk kasus cedera sendi yakni adanya bengkak dan terjadi pembekuan darah, bisa mengompres dengan es. Kompres dilakukan agar perdarahan aktif bisa berhenti. “Biasanya cedera sendiri itu kalau saat olahraga. Kasih es di plastik lalu letakkan di area yang cedera,” tambah dokter yang berpraktik di RSAU dr Dody Sardjoto

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...