Ismail Hadisoebroto Dilogo, Mahaguru Ortopedi dan Begawan Sel Punca dari Indonesia

0 Komentar

Prof Dr Dokter Ismail Hadisoebroto Dilogo SpOT(K)

Di Indonesia, masih jarang dokter spesialis ortopedi yang juga memahami sel punca. Prof Dr dr Ismail Hadisoebroto Dilogo SpOT(K) adalah pengecualian. Suami dari dokter Juni Tjahjati ini merupakan salah satu pakar yang berhasil memadukan keduanya, sehingga dapat diaplikasikan langsung ke pasien.

Dokter Ismail, begitu ia kerapkali disapa pasien dan murid-muridnya, tertarik menekuni ortopedi dan sel punca, karena proses yang dialaminya saat berkuliah. Pria penyuka pecel, ikan, dan steak ini merasa senang dan menikmati ilmu ortopedi. Ilmu ortopedi dan stem sel sangatlah berkaitan, terutama dalam hal teknik jaringan, seperti bone graft dan bone transport, di mana dalam menatalaksana beberapa kasus ortopedi masih banyak terdapat keterbatasan.

Beberapa kasus ortopedi tidak dapat diselesaikan dengan sempurna menggunakan metode terapi saat ini, dan terdapat banyak komplikasi. Diharapkan dengan penggunaan stem sel ini, tatalaksana berbagai kasus ortopedi tersebut dapat dilakukan dengan, tepat cepat, dan baik, serta dapat meminimalkan komplikasi yang mungkin terjadi.

Ortopedi dan stem sel ini sangat prospektif. “Sel punca sangat mendukung kemajuan ilmu ortopedi. Prinsip tatalaksana ortopedi yang saat ini, dalam hal regenerasi, reparasi, dan replacement, menggunakan logam atau bahan metal lainnya sehingga hanya mencakup prinsip mekanikanya saja, akan diarahkan ke tatalaksana dengan prinsip biologis menggunakan teknik stem sel.

Penyakit ortopedi yang selama ini dengan pengobatan konvensional belum menunjukkan hasil yang memuaskan atau bahkan belum bisa ditangani sama sekali, dapat ditangani dengan teknik stem sel,” paparnya.

Ismail adalah putra dari pasangan H Erwan Hadisoebroto Dilogo dan Saspiati. Dia telah menorehkan tinta emas di sepanjang sejarah dunia ortopedi dan sel punca di Indonesia.

Ia pernah menjalani PhD exchange student di National University of Singapore tahun 2006. Peraih lebih dari 16 penghargaan dan prestasi tingkat nasional dan internasional. Ia seorang peraih beasiswa internasional AAOS surgical skill scholarship American Academy Orthopaedic Surgery (AAOS) 1-12 Mei 2013.

Kemudian berlanjut meraih AAOS – Massachusetts General Hospital, Harvard Medical School, International Emerging Leaders Scholarship Award 2015. Ismail telah sepuluh kali mengikuti fellowship dari tahun 2004 hingga 2016 di mancanegara (seperti: Singapura, Thailand, Amerika, Taipei, dsb).

Ia telah lebih dari 65 kali mengikuti konggres dan seminar (di dalam dan luar negeri, seperti: Kuala Lumpur, Manila, Singapura, Iran, China, Taiwan, Denmark, Hongkong, Jerman, Inggris, Filipina, USA, India, Florida). Mahaguru yang rendah hati ini merupakan pemenang lebih dari 10 hibah penelitian (grant).

Saat menjabat Kepala Puskesmas Klatakan, Jember, Jawa Timur, Indonesia 1995-1998, Ismail berhasil menjadikan puskesmas itu mandiri, berpenghasilan, aman, memiliki musala, dengan cakupan imunisasi tertinggi, serta menaikkan peringkat dari 50 menjadi 24.
Pria penggemar badminton ini juga pernah menjadi bagian dari tim Kesehatan Khusus, DepkesRI untuk Nanggroe Aceh Darussalam, di RS Zainoel Abidin, Banda Aceh, Agustus-November 2003.

Tim Medis Depkes RI untuk Bencana Tsunami Aceh di Banda Aceh, 28 Desember- 2 Januari 2005. Tim Medis RSCM untuk bencana gempa bumi Yogyakarta di RS Sardjito, Yogyakarta, Juni 2006.

smail berhasil menciptakan alat spinal distractor, untuk melakukan tata laksana dengan cara distraksi diskus yang telah didegenerasi. Usai dilakukan distraksi, dilakukan implantasi sel punca pada diskus intervertebralis. Implantasi menginisiasi regenerasi sel-sel diskus intervertebralis, sehingga meringankan gejala nyeri punggung bawah. Alat ini telah dipatenkan dengan nomor paten 38583.

Ismail pemegang paten [no. 29437] untuk UI system modified C-clamp. C-clamp sebelumnya telah dimodifikasi sehingga lebar-tinggi C-clamp fixator dapat diatur sesuai kondisi tubuh pasien, misalnya pada pasien yang sangat gemuk/kurus. Pemasangannya juga lebih mudah, karena tidak perlu alat tambahan.

Selain itu, Ismail juga pemegang paten atas Intervertebral Disc Compactor as compression device of intervertebral disc to create disc degeneration model [No.Paten: 29112] dan Periarticular External Fixation for open fracture of lower limb, that located in diaphysis as well as near joint [No. Paten: 34896].

Tentunya tak berlebihan bila berdasarkan pencapaian dan pengalaman, didukung prestasi, penghargaan, kinerja, serta dedikasi yang begitu tinggi kepada dunia ilmu pengetahuan serta masyarakat Indonesia selama ini membuat pria kelahiran Jember, 28 Januari 1969 ini dijuluki sebagai sang Mahaguru Ortopedi dan Begawan Stem Cells dari Indonesia. Perpaduan prestasi serta pencapaian nan paripurna. (*)

Penulis: dr Dito Anurogo MSc

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...