Jelang Munas Golkar, Merebak Isu Aklamasi Calon Tunggal

Kamis, 14 November 2019 21:33

Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet saat berjabat dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, keduanya merupakan e...

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Kurang dari sebulan lagi, Partai Golkar bakal menggelar Musyawarah Nasional (Munas). Salah satu agenda pentingnya adalah memilih calon ketua baru untuk lima tahun kedepan.

Namun, sudah beredar isu bahwa pemilihan ketua umum akan dilakukan dengan mekanisme aklamasi dan hanya ada calon tunggal. Strategi itu kabarnya seang dijalankan oleh pihak Airlangga Hartarto.

Isu calon tunggal pun langsung menuai respon dari berbagai kalangan. Salah satunya pengamat politik Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago.

“Golkar ini termasuk partai tertua di Indonesia, dari orde lama, orde baru hingga era reformasi saat ini tetap eksis dan matang. Aneh jika tiba-tiba hanya ada calon tunggal,” ujar Pangi kepada JawaPos.com, Kamis (14/11).

Menurut Pangi, mestinya momen Munas seperti ini harus dijadikan pembelajaran bagi kader muda Golkar. Sekaligus menjadi panggung untuk memunculkan wajah-wajah baru Golkar yang sudah teruji.

“Jadi bukan malah memunculkan calon tunggal dan mematikan yang lainnya. Kalau seperti ini gayanya, Golkar kembali ke era orde baru. Karena, hanya ingin mempertahankan status quo saja. Setahu saya Golkar milik semua orang bukan dinasti atau golongan tertentu,” paparnya.

Pangi juga menambahkan, Partai Golkar tidak akan melawan demokrasi, karena partai ini dari dulu penuh dinamika dan memberi ruang kontestasi kepada setiap kader, memberi ruang gerak pada siapapun untuk memimpin dan menjadi nahkoda partai.

Bagikan berita ini:
8
7
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar