Pembunuh Mahasiswa UMI Tertangkap di Barru, Polisi Incar Otak Aksi

0 Komentar

Wakapolda Sulsel saat rilis kasus pembunuhan di Mapolrestabes Makassar, Kamis, 14 November.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mahasiswa UMI, Andi Fredy Akirmas, tewas ditikam. Pembunuhnya berhasil ditangkap di Kabupaten Barru.

Ternyata, pelaku juga mahasiswa UMI. Hanya saja, keduanya beda fakultas. Andi Lolo, sapaan korban, adalah Mahasiswa Fakultas Hukum. Sementara pelakunya, lelaki berinisial Y (19) mahasiswa fakultas teknik.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas, mengatakan, identitas pelaku berhasil diketahui setelah dilakukan pengambilan keterangan 15 orang saksi. “Lelaki berinisial Y ini eksekutornya,” kata Adnas saat rilis kasus pembunuhan tersebut di Mapolrestabes Makassar, Kamis, 14 November 2019.

Rabu malam, Y berhasil diamankan di Kabupaten Barru oleh pihak kepolisian. Sementara dua mahasiswa lainnya, lelaki berinisial IR (20) dan SA (20) tertangkap di Makassar. Mereka mahasiswa UMI fakultas Tekni Industri.

“Dua mahasiswa ini ditetapkan sebagai tersangka juga karena diduga ikut melakukan penganiayaan,” ujarnya.

Adnas mengaku prihatin atas peristiwa ini. Sebab, kegiatan menimbah ilmu berubah menjadi aksi kolot dan terkesan bar-bar. “Kasihan orang tua mereka. Saya berharap tak ada lagi peristiwa seperti ini,” ungkapnya.

Mahasiswa saat ini lanjutnya terkotak-kotak. Sehingga mudah sekali melahirkan konflik antar kelompok. “Kami sedang membahas formula yang baik untuk mengatasi hal ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, delapan orang masih dinyatakan DPO. Mereka diduga kuat terlibat dalam aksi penikaman yang berujung kematian.

“Otak dari aksi ini juga sedang kita dalami. Sebab, aksi balas dendam yang menjadi motif penyerangannya ini diduga ada yang kendalikan. Menjadi provokator,” kata Indratmoko.

Tersangka belum dikenakan pasal 340 perencanaan pembunuhan. Alasannya, masih dalam pertimbangan. Makanya, pasal yang dikenakan adalah pasal 170 kekerasan bersama-sama dan pasal 350 pembunuhan.

Ancaman hukumannya cukup berat. Minimal lima tahun kurungan penjara, maksimal 20 tahun atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati. (ans)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...