Penambang Ilegal Dipenjarakan, Kejari Bone Sebut Masih Ada Lagi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Kejaksaan Negeri Bone tidak main-main soal kasus tambang yang meresahkan masyarakat. Buktinya, sudah ada dua yang dieksekusi lalu dijebloskan masuk penjara.

Kedua penambang ilegal itu Anwar dan Hasbir, yang sebelumnya diamankan di Dusun Ceko, Desa Lea, Kecamatan Tellu Siattingnge, Kabupaten Bone. Baru dieksekusi pada Selasa, 12 November kemarin.

“Kedua Terpidana divonis 5 bulan penjara subsider satu bulan dan denda satu juta rupiah, karena telah melanggar pasal 158 tentang pertambangan,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Bone, Erwin Juma kemarin.

Kata dia, selain dua tersangka yang sudah dieksekusi penyidik kejaksaan, masih ada beberapa kasus yang serupa dan hingga saat ini masih menjalani proses persidangan. “Masih ada dua lagi, sama-sama kasus tambang ilegal cuma lokasinya beda,” beber Erwin sapaan karibnya.

Sementara pihak Polres Bone diketahui telah menangani enam kasus tambang ilegal selama 2019. Tiga kasus sudah ditangani Kejaksaan, satu masih menunggu P21, sementara dua lainnya masih pengumpulan berkas.

“Yang sampai di kejaksaan sudah empat, tiga sudah P21, yang satu belum P21. Sedangkan yang dua masih dalam proses perampungan berkas perkaranya” ucap Kasat Reskrim Polres Bone, IPTU Moh Pahrun. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...