Bazaar Danza

Oleh Dahlan Iskan

FAJAR.CO.ID-- "Ini persis seperti di pasar Jerusalem," ujar anak muda itu. "Saya tidak merasa sedang di ibu kota Xinjiang," tambahnya.

Yang mengatakan itu adalah turis. Sepasang muda-mudi. Asal Israel. Yang ke Xinjiang untuk pertama kali.

"Anda seperti Jesus," ujar saya padanya.

"Banyak yang mengatakan seperti itu," jawabnya tersipu. Sambil memeluk sang pacar.

Wajahnya, rambutnya dan sosoknya mirip sekali dengan gambar Jesus yang sering saya lihat. Apalagi anak muda ini juga sangat sederhana: pakaiannya agak kumuh dan hanya pakai sandal butut.

Saya bertemu si 'Jesus' di satu tempat di Urumqi. Orang Tiongkok menyebutnya Wulumuqi. Yakni tempat menarik yang turis pasti ke situ: bazar.

Pasar.

Sejak pasar itu direnovasi diberi nama International Bazaar.

Di pusat kota Urumqi.

Luasnya 12 km2.

Itulah pasar yang sebenarnya sangat legendaris. Pun sejak zaman jalur sutra sudah berstatus internasional.

Di situlah pedagang dari Barat bertemu yang dari Timur.

Seperti juga pasar sezaman. Yang ada di Kota Xi'an. Ibu kota Dinasti Tang.

Di situlah orang dari Timur (dong/东) bertukar barang dengan orang Barat (xi/西).

Itulah sejarahnya mengapa 'barang' dalam bahasa Mandarin disebut 'dongxi' /东西.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar


Comment

Loading...