Episentrum Gempa Bumi Dangkal secara Beruntun Dekat Perkampungan Buat Warga Panik

Warga Seririt mengamankan diri di Masjid Raya Seririt saat gempa menguncang kawasan tersebut Kamis petang (Juliadi/Radar Bali)

FAJAR.CO.ID, BULELENG-- Gempa bumi yang terjadi secara beruntun sebanyak 9 kali, sejauh 21 km arah barat Kota Buleleng, Bali, Kamis (14/11) petang kemarin membuat panik warga Seririt, Buleleng.

Episentrum gempa yang begitu dekat dengan perkampungan warga membuat mereka berbondong-bondong menyelamatkan diri.

Apalagi, isu tak bertanggung jawab berseliweran menambah kepanikan warga. Beruntung, aparat segera bertindak dan memastikan kondisi kembali tenang seperti semula.

“Kami tidak pernah mengaktifkan sirene karena memang rilis BMKG gempa tidak berpotensi tsunami. Jadi, kami tegaskan tidak ada bunyi sirene tsunami,” ujar Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin.

Karena itu, BPBD Bali mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya percaya informasi resmi yang bersumber dari BMKG.

“Kami juga tegaskan, tower sirene tsunami milik BPBD berada di Desa Sulanyah, bukan di Desa Pengastulan,” tandasnya.

Sementara itu, berdasar data yang dirilis BMKG dengan melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar naik belakang busur (back arc thrust).

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik oblik (oblique thrust),” ujar Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono.

Yang jelas, gempa yang menimbulkan guncangan cukup keras ini membuat warga berhamburan keluar dari rumah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...