Menulis Itu Bukan Kemampuan Turunan, Tapi Kemampuan Melatih Diri

0 Komentar

Novel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Apakah Anda pernah membaca atau mendengar novel berjudul Nona Venus & Tuan Mars? Kalau belum atau sudah, mari kita berkenal dengan penulisnya.

Yah, novel ini ditulis Dardawirdha atau seorang perempuan bernama Wirda Tri Hasfi. Dia adalah salah seorang alumni dari salah satu kampus ternama di Makassar, yaitu Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Wirda menulis novel bergenre remaja ini, saat lagi sibuk-sibuknya menyusun skripsi saat kuliah di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), 2018 lalu.

Novel Wirda ini bahkan mampu diterbitkan pada awal 2019 serta sudah bisa dibeli secara online dan di Gramedia.

“Bagi saya novel ini sangatlah berkesan. Sangat istimewa. Karena, saat menulis bukunya ini bertepatan dengan mengurus skripsi di kampus,” kata Wirda, saat penulis bersua dengannya, Jumat (15/11/2019).

Wirda mengatakan, novel Nona Venus & Tuan Mars yang ditulisnya ini sebenarnya diangkat dari problematika komunikasi yang terjadi antara kaum adam dan hawa.

“Karena saya anak komunikasi saya tertarik menulis mengenai bagaimana laki-laki dan wanita dapat menghubungkan komunikasinya yang d terkemas dalam bentuk prosa,” kata Wirda.

  • Mulai Karier kepenulisan Tahun 2012

Wirda memulai kariernya sebagai seorang penulis sejak tahun 2012. Berawal dari hobi, hingga melahirkan beberapa karya. Itu semua karena kegigihannya untuk menjadi seorang penulis.

Alumnus UIN tahun 2018 itu aktif menggeluti karier kepenulisannya di tahun 2015. Itu bertepatan dengan berhasilnya komunitas I Brand menerbitkan buku koletif yang dikoordinirnya sendiri.

Kepercayaan dirinya untuk berbeda dari karya penulis lain adalah penguatan pada karakter tulisannya. Tidak cukup hanya dengan mengikuti pasar maupun tren bacaan.

“Karena melalui karakter yang digambarkan, kita akan tahu ini tulisan siapa serta karakter juga sangat penting sebagai penilaian dari editor agar karya kita dapat diterbitkan,” kata Wirda.

Dia mengakui, pencapaian terbesarnya saat ini adalah bertemu dengan banyak penulis hebat. Bahkan, dirinya mampu menerbitkan buku pada penerbit Mayor, yang notabene cukup sulit untuk ditembus.

Dia mengatakan, menulis itu bukan kemampuan turunan. Tetapi, kepenulisan itu adalah kemampuan melatih diri dalam membaca dan menulis.

Jangan mudah menyerah. Buatlah karakter sendiri. Literatur bacaan sangat berpengaruh pada tulisan seorang penulis. Maka, perbaiki litertatur bacaan. Tak lupa luruskan niat. baca dan tulislah sesuatu yang baik.

Citizen Reporter: A.Iqriani

(Artikel kiriman netizen ini diluar tanggungjawab redaksi fajar.co.id)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...