Terharu, Murid SIT Nurul Fikri Makassar Menangis Mendengar Kisah Dongeng

0 Komentar

FOTO: ISTIMEWA.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — SIT Nurul Fikri Makassar menggelar kegiatan Dongeng Ceria dengan menghadirkan Pendongeng dari Lembaga Dongeng Ceria Jakarta. Berlangsung di Lantai 3 gedung Pelatihan Kampus STIE AMKOP Makassar, Jumat (15/11/2019).

Kegiatan dongeng dengan menyuguhkan kisah haru tersebut dibagi menjadi tiga sesi. Peserta pada sesi pertama adalah murid kelas tiga, empat, dan lima unit SDIT, selanjutnya pada sesi kedua adalah murid KB/TKIT dan Murid SDIT kelas satu dan dua, yang terakhir adalah sesi ketiga yaitu melibatkan murid SMPIT dan SMAIT Nurul Fikri Makassar. Masing-masing sesi diisi oleh Kak Dini, Kak Yono, dan kembali Kak Dini mengisi pada sesi ketiga.

Dengan tema “Bercerita dengan Ceria, Menanamkan Akhlak Mulia”, dongeng yang disuguhkan oleh Lembaga Dongeng Ceria kepada seluruh murid berbeda dengan dongeng pada umumnya. Bukan kisah fabel atau kisah dari sebuah daerah, melainkan kisah Islami yang kemudian berhasil menghadirkan keharuan peserta.

Banyak dari peserta yang menangis bahkan ada yang sampai merasa sangat menyesal atas sebuah perbuatan yang pernah dilakukan kepada orangtua dan berjanji tidak akan mengulanginya. Ada juga yang sedih karena ibunya telah meninggal dunia.

Materi dongeng atau kisah yang disampaikan beragam tergantung pada usia murid. Sesi pertama dan ketiga menghadirkan kisah tentang Ahmad yang masuk ke dalam surga karena amalan baiknya tetapi tidak menemui kedua orangtuanya di surga.

Sedangkan pada sesi kedua, lebih kepada kisah tentang penanaman adab sebelum makan. Pada ketiga sesi tersebut, dihadirkan dua boneka tangan sebagai media yang diberi nama Utin dan Hafidz.

SIT Nurul Fikri Makassar adalah sekolah terakhir yang dikunjungi oleh Tim Dongeng Ceria setelah melakukan roadshow di 12 sekolah lainnya di Makassar terhitung sejak 7 hingga 15 November 2019.

“Alhamdulillah, seluruh murid sangat antusias. Mereka bisa fokus mendengarkan dari awal hingga akhir. Dan saking menjiwainya, akhirnya air mata mereka keluar. Banyak yang menangis. Padahal tujuan utama kami adalah pada pengembangan dan penanaman karakter pada diri mereka,” ujar Kak Dini saat ditemui selepas mengisi dongeng.

“Melalui dongeng atau kisah ini, kita bisa mengajarkan anak-anak tanpa mereka merasa digurui. Kami juga memang fokus pada kisah Islami dan Sirah Nabi dan sahabatnya,” tambahnya, menjelaskan.

Selanjutnya, dilakukan kegiatan donasi kemanusiaan oleh seluruh murid. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk membangun “Villa Tahfidz Yatim Seribu Pulau 2” yang terketak di Desa Pejambon, Kecamatan Kramatmulya, Kuningan, Jawa Barat sebagai wadah belajar dan menghafal bagi anak yatim, baik yang berasal dari pulau kecil dan terpencil yang berada dalam keterbatasan maupun anak yatim akibat bencana alam yang menimpa mereka kemudian diasuh oleh Lembaga Dongeng Ceria yang didirikan oleh Kak Iman. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...