Terios 7 Wonders Jelajahi Destinasi Terakhir, dari Pulau Berserak Sampah Menuju Tambang

0 Komentar

Tim ekspedisi Terios 7 Wonders membersihkan sisa sampah pengunjung nakal di Pulau Padamarang, Jumat, 15 November. (FOTO: ANDI NUR ISMAN/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, KOLAKA — Tim ekspedisi Terios 7 Wonders menjelajahi dua destinasi terakhirnya di Kolaka, Jumat (15/11/2019). Dari pulau berserak sampah menuju tambang nikel.

Akses menuju destinasi pertama mesti menempuh jalur laut selama kurang lebih 30 menit dari dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kolaka, yaitu Pulau Padamarang.

Sayangnya, setiba di sana begitu banyak sampah yang berserakan. Mungkin karana pulai ini tak berpenghuni. Tak ada yang mengelola. Pemerintah sendiri juga belum aktif.

Tim ekspedisi pun bergerak membersihkan sampah pengunjung nakal itu. Barulah setelah itu mereka menikmati bahari pulau yang berada di Desa Towua, Kecamatan Wundulako ini.

Terumbu karangnya yang jarang disentuh manusia paling memanjakan mata. Ditambah lagi, bentuk pulau ini yang cukup unik. Berbentuk gurita dengan lima tentakel. Di tengahnya, ada bukit tinggi yang membuat pengunjung serasa menikmati pantai dan pegunungan.

Dari Pulau Padamarang, tim ekspedisi bergeser menuju wonders terakhir. Kali ini bukan destinasi wisata. Melainkan ke salah satu pabrik penghasil nikel terbesar di Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang (Antam) Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) di Kecamatan Pomala.

Di sini, tim ekspedisi diajak berkeliling tambang. Melihat seperti apa kondisi area pertambangan nikel dan menggali bagaimana proses kerja tambang hingga menjadi produk bernilai ekonomi.

Selama berkeliling, tim ekspedisi dilengkapi dengan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Mulai dari helm, kacamata, masker, rompi, sarung tangan, hingga sepatu wajib digunakan saat memasuki area tambang. (ism)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...