Tukar Sampah dengan Tabung Bright Gas

0 Komentar

FOTO: NURHADI/FAJAR

Program Unik BSU Kerja Sama Pertamina

Ansar patut jadi contoh. Dapurnya mengepul dari tabung Bright Gas. Meski itu diperoleh dari hasil tukar sampah.

MUHLIS
Makassar

Terik matahari mulai menyengat di pagi menjelang siang itu, Kamis (14/11/2019). Seorang kakek berambut tipis tanpa menggunakan topi berjalan dari rumahnya dengan memikul seikat kardus bekas.

Warga Jalan Sabutung itu, bergegas menuju sebuah gudang yang tak begitu besar. Lokasinya pun dekat dari rumahnya.

Dia masuk. Kakek bernama Ansar itu langsung menaruh pikulan kardusnya di atas timbangan kecil. Beratnya terdeteksi.

Jarum timbangan berputar cepat. Seorang ibu bergegas mencatat angka jarum timbangan untuk ditulis di buku tabungan milik Ansar.

Tampak isi tabungan kakek itu telah mendominasi dari tabungan nasabah lainnya. Ansar mengaku memang rutin datang menukarkan sampahnya.

“Bahkan hampir setiap sekali sepekan,” kata Ansar, kepada FAJAR, saat bertemu di gudang Bank Sampah Unit (BSU) Hoki, di Jalan Sabutung, Kelurahan Tamalabba, Kecamatan Ujung Tanah Makassar.

Jumlah tabungannya yang telah banyak, Ansar pun telah bisa menukarkannya dengan tabung Bright Gas ukuran 5,5 Kg. Sampah bisa tukar tabung ini memang program BSU sejak 2017 bekerja sama PT Pertamina MOR VII.

Ketua BSU Hoki, Nanie Daeng Sunggu, mengatakan program ini memang cukup disambut antusias warga untuk rajin menukarkan sampahnya. Bahkan, kata dia hampir seluruh rumah di RW I Kelurahan Tamalabba sudah memiliki tabung Bright Gas.

Sebab itu memudahkan warga. Apalagi diketahui di RW I tersebut warganya didominasi kekuarga berpenghasilan menengah ke bawah.

Ada banyak dampak dengan adanya bank sampah tersebut. Sebab menjadi penghasilan baru warga. Sebab hampir semua sampah bisa di tukar.

Jika pun tidak bisa. Seperti sisa makanan dan sayur, juga bisa digunakan pupuk komposter untuk dimanfaatkan untuk tanaman warga.
“Sebab kita juga dibantu Pertamina alat komposternya,” kata Nanie.

Disamping itu, lingkungan di kelurahan Tamalabba, kini lebih bersih. Sebab nyaris, tidak ada lagi sampah yang dibuang.

Lingkungan pun kini lebih asri karena warga rajin menanam tanaman di halaman rumahnya. Baik bunga, sayuran, hingga tanaman obat-obatan.

Tak hanya itu, BSU ini juga telah bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Pengurus BSU menjemput langsung sampah di sekolah.

Sekarang pun, BSU Hoki sudah memiliki 80 lebih nasabah. Sebelumnya ada 200, tetapi berkurang karena sekarang masing-masing RT di Kelurahan Tamalabba sudah punya BSU sendiri.

Sekarang pengurus BSU Hoki sudah bisa melayani nasabah yang ingin menukarkan sampahnya lebih nyaman. Pertamina membangun sekretariat mini yang lengkap dengan sejumlah fasilitas.

Setiap saat, petugas BSU Hoki yang beranggotakan 10 orang tersebut bisa stand by menunggu dan melayani nasabah. “Pagi sampai sore,” kata Nanie. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...