Warga Resah, Bangkai Babi Dibuang di Jalanan

0 Komentar

Bangkai babi yang dibuang di jalan Gedung Arca Medan. Bangkai babi yang dimasukkan dalam karung tersebut membuat heboh warga sekitar karena menimbulkan bau tidak sedap. (Antara/HO)

FAJAR.CO.ID,SUMUT– Bangkai babi rupanya masih menghantui masyarakat Medan, Sumatera Utara.

Jika sebelumnya dibuang ke sungai, kini bangkai babi ternyata juga dibuang di jalanan.

Hal ini terungkap setelah tiga ekor bangkai babi dalam karung goni ditemukan warga di kawasan Jalan Gedung Arca, Kota Medan.

Kepala lingkungan I kelurahan Pasar Merah Timur Kecamatan Medan Area, Kota Medan, M Irsan mengatakan, temuan bangkai babi itu berawal dari kecurigaan warga ketika mencium aroma tidak sedap dari tiga karung goni di pinggir jalan. “Setelah karung itu kami buka ternyata bangkai babi berukuran besar,” katanya, Kamis (14/11).

Tiga karung berisi bangkai babi itu sudah terlihat di Jalan Gedung Arca sejak Kamis pagi pukul 08.30 WIB. Lurah Pasar Merah Timur, Sri Hartati menambahkan, tiga ekor bangkai babi tersebut sudah dibawa oleh petugas kebersihan untuk dikubur.

“Udah kami tanam (kubur) bangkai babinya di kelurahan Sukaramai II,” katanya.

Terkait bangkai babi yang dibuang ke jalanan, dia memerintahkan para kepala lingkungan di wilayahnya untuk terus mengawasi dan memantau apabila menemukan pelaku yang membuang bangkai babi di jalanan atau tempat-tempat pembuangan sampah.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, babi yang mati akibat hog cholera atau kolera babi ditemukan di 11 kabupaten/kota di Sumut. Yakni, Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan,Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Samosir. Babi yang terdata mati akibat hog cholera di Sumut sudah mencapai 5.800 ekor lebih.

Pembuangan bangkai babi ke jalanan maupun sungai pun mendapat banyak kecaman dari masyarakat. Salah satunya Keluarga Besar Remaja Masjid Pecinta Alam (Rempala) Indonesia Kabupaten Langkat. Mereka mengecam keras pembuangan bangkai babi ke Sungai Wampu yang meresahkan masyarakat sekitar sungai tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan oknum yang membuang bangkai babi ke Sungai Wampu di Langkat,” tegas Ketua Rempala Langkat Agung Kurniawan.

Menurutnya, tindakan itu sangat membahayakan kesehatan masyarakat yang berada di aliran sungai yang sebagian besar umat Islam. Mereka menggunakan air sungai sebagai tempat mencuci, mandi, dan keperluan lainnya untuk ibadah.

“Ini perbuatan zalim yang dilakukan peternak babi tanpa memikirkan kesehatan masyarakat dan sangat mengganggu masyarakat pesisir yang mayoritas Melayu,” kata Agung. (jpc)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...