Gagal di Hong Kong Open, Praveen/Melati Dikritik

0 Komentar

Praveen Jordan/Melati Daeva/Badmintonindonesia.org/Screenshot

FAJAR.CO.ID, HONG KONG—Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dikritik pasca gagal meraih hasil maksimal di Hong Kong Open 2019. Praveen/Melati yang tumbang di babak kedua dianggap tidak belajar dari kesalahan.

Penakluk Praveen/Melati adalah pasangan Jepang, Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo. Pada pertandingan yang berlangsung Kamis lalu, Praveen/Melati yang menang mudah di game pertama kalah rubber set; 21-13, 19-21, 16-21.

Asisten Pelatih Ganda Campuran PBSI, Vita Marissa, mengatakan bahwa Praveen/Melati masih belum bisa tampil konsisten. “Dari awal sudah diingatkan untuk tetap fokus, jangan kendur, tapi saat di lapangan, keinginan menang dan konsentrasi itu tergantung dari pemainnya sendiri,” ujar Vita kepada Badmintonindonesia.org.

Ia menyoroti spirit bermain dan konsentrasi Praveen/Melati yang sebelumnya juara di Denmark dan Prancis. “Kalau kalah teknik mungkin bisa diperbaiki, tapi daya juang, konsentrasi dan keinginan nggak mau kalah, datang dari individu atletnya masing-masing,” jelasnya.

Vita mengakui bahwa Kaneko/Matsutomo memang bukan lawan enteng. Dengan pertahanan solid, mereka tidak mudah. Namun, secara teknik permainan Praveen/Melati dinilainya lebih unggul dari lawan yang merupakan pemain ganda putra dan ganda putri.

Mantan pemain Indonesia itu pun berharap Praveen/Melati bisa belajar dari kekalahan ini. Menurutnya, kedua pasangan itu harus bisa lebih konsisten sebagai persiapan menuju Olimpiade tahun depan.

“Seharusnya sepanjang perjalanan mereka setahun ini, Praveen/Melati bisa mengevaluasi di mana kesalahan mereka. Semoga di sisa kualifikasi olimpiade, mereka bisa lebih gigih dan lebih konsisten, semua ini kan untuk mereka sendiri,” ujar Vita. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...