Iuran BPJS Naik, Ribuan Peserta PBI asal Pangkep Diusul ke Pusat

0 Komentar

Ilustrasi. Foto: jawapos

FAJAR.CO.ID,PANGKEP– Beban pemerintah daerah dipastikan meningkat drastis terkait kenaikan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latif menjelaskan, beban pemda meningkat akibat kenaikan iuran BPJS Kesehatan, nilainya bertambah Rp12 miliar dari dampak kenaikan iuran kelas III yang sebelumnya Rp23ribu menjadi Rp42 ribu.

“Sehingga kita membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp12 miliar dengan total peserta PBI APBD sebanyak 91 ribu jiwa. Saat ini yang ditanggung oleh pemda sebesar Rp15 miliar, namun kenaikan iuran menjadi total tanggungan Rp27 miliar,” ungkapnya.

Pihaknya berharap terkait kepesertaan ini dilakukan verifikasi ulang terhadap penerima iuran PBI APBD.

“Kita akan selektif nantinya, tidak semua masyarakat akan dibiayai, kita akan kolaborasi dengan dinas sosial terkait kepesertaannya. Kalau misalnya masyarakat sudah masuk kategoru mampu tentu itu tidak dibiayai lagi,” paparnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga berharap peserta iuran PBI ini ada yang ditanggung oleh APBN, agar mengurangi beban pemda, yang masih membutuhkan anggaran sebesar Rp12 miliar.

“Sangat besar anggaran yang harus disediakan Pemkab Pangkep. Ada dua solusi ditawarkan umtuk mengurangi beban tersebut, Dinas Sosial dalam penanganan kepesertaan melakukan verifikasi peserta untuk mengurangi jumlah peserta atau mengusulkan agar sebagian peserta ditanggung APBN,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pangkep, Najemiah mengatakan, pihaknya akan mengusulkan 32 ribu peserta BPJS kesehatan yang ditanggung Pemkab Pangkep agar dapat ditanggung pemerintah pusat melalui APBN nantinya.

“Kami akan usulkan ke pusat, agar ditanggung menggunakan dana APBN, total yang akan kita usulkan yaitu, 32.000 orang, kategori ini yang termasuk dalam data terpadu kemiskinan,” tambahnya.(fit)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...