RAPBD Sulsel Bolak-balik, Tunggu Perbaikan OPD

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pembahasan RAPBD 2020 tertunda. DPRD Sulsel mengembalikan draft RAPBD ke pemprov.

Pembahasan terpaksa ditunda lantaran menunggu perbaikan oleh Pemprov Sulsel. Pasalnya, penyusunan anggaran yang dilakukan oleh pemprov masih berpedoman Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lama.

“Padahal kita ketahui bersama, Perda OPD sudah ada yang baru. Itu yang kami minta diperbaiki dahulu sebelum dibahas jauh,” kata Anggota Banggar DPRD Sulsel, Selle Ks Dalle, Jumat, 15 November.

Selle yang juga ketua Komisi A DPRD Sulsel mencontohkan, Dinas Kominfo. Di aturan baru, Biro Humas Setda Pemprov Sulsel sudah masuk bagian dari Dinas Kominfo.

“Mitra kami di Komisi A ada dua seperti itu. Setelah kami tanya dengan dinas terkait membenarkan bahwa proses penyusunan anggarannya menggunakan pola yang lama,” katanya.

Tata tertib (tatib) dewan yang baru juga sudah mengatur OPD baru. “Misalnya itu Humas, kita tidak mau nanti dibahas sendiri anggarannya. Mestinya sudah gabung Kominfo,” ungkapnya.

Dari dasar itulah kemudian, Banggar DPRD Sulsel mengembalikan draft sambil dilakukan penyesuaian. Sebab, akan menentukan pada saat dikembalikan ke setiap komisi nantinya.

Sekprov Sulsel, Abdul Hayat Gani mengatakan, pembahasan RAPBD yang diajukan memang masih menggunakan format OPD lama. Memang sudah ada persetujuan perda tetapi belum bisa diberlakukan. Belum ada peraturan gubernur (Pergub).

“Ya mesti ada pergubnya sebelum berlaku. Itu ada aturannya. Sementara berproses,” tukasnya.

Kata dia, pembahasan anggaran tak perlu bersoal karena format OPD. Kalaupun dilakukan peleburan OPD, menurutnya bukan hal sulit juga untuk penggabungan anggaran. Anggaran tiap OPD sudah ketahuan jelas.

“Misalnya Humas digabung ke Diskominfo. Ya semua anggaran Humas nanti pindah ke Diskominfo. Tidak ada yang sulit,” tukasnya. (*)

REPORTER MUSTAQIM-TAUFIK
EDITOR HARIFUDDIN

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...