Kelompok Bertopeng Serang Asrama Mahasiswa, Satu Orang Terkena Busur

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kelompok bertopeng menyerang asrma mahasiswa. Mereka dilengkapi senjata tajam hingga membawa bom molotov.

Minggu dini hari, 17 November, kelompok bertopeng itu menyerang dua tempat tinggal mahasiswa. Pertama, sekretariat Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jalan Raya Pendidikan No.18 B, Kecamatan Rappocini.

Selanjutnya, di Jalan Talasapang Asrama Bantaeng, Kecamatan Rappocini. Dua orang bertopeng menyodorkan senjata ke mahasiswa yang sedang bersantai di teras. Penyerangan dua tempat ini hanya selisih sekitar 30 menit.

Sekretariat PMII diserang empat orang bertopeng diduga laki-laki, sekitar pukul 03.00 Wita. Mereka masuk ke dalam sekretariat sambil memegang senjata tajam jenis parang dan busur, setelah bom molotov diledakkan. Kaca jendela bagian depan pecah, juga terbakar.

Empat mahasiswa laki-laki, Ardi Mahardika (24), Arlan (26), dan Asnawir dan Alam terbangun. Saat hendak ke ruang tamu, seorang dari kelompok bertopeng melepaskan dua anak panahnya.

“Teman saya Ardi terkena busur. Satu mengenai wajah, bawah mata. Satu lagi dibagian perut,” kata Arlan menceritakan peristiwa penyerangan itu dihadapan pihak kepolisian Polrestabes Makassar.

Karena kaget dan tidak siap, Arlan berhasil menghindar dari kejaran kelompok bertopeng tersebut. “Sekitar empat orang. Karena pertama masuk yang bawa busur, baru masuk lagi dua orang membawa parang, satu orang lagi di depan rumah,” bebernya.

Pera kelompok bertopeng tetsebut sempat mengejar Arlan dan ketiga rekannya. “Saya tidak tahu juga mereka kemudian berhenti mengejar dan pergi begitu saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Ardi yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani perawatan medis. Busur yang tertancap di badannya harus dilepas terlebih dahulu.

Tak berlangsung lama, sekitar pukul 03.30 Wita, Asrama Mahasiswa Bantaeng juga diserang. Dua orang lelaki menggunakan penutup wajah mengancam Yuda Jaya (29) dan ketiga rekannya, Wawan, Putu, dan Firman menggunakan busur.

“Kami yang duduk di depan teras langsung lari berhamburan masuk ke dalam asrama. Kedua pelaku melempar hingga kaca asrama pecah semua,” kata Yuda, kemarin.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Yudhiawan Wibisono mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan terkait penyerangan tersebut.

“Barang bukti anak panah busur hingga pecahan botol bekas bom molotov diamankan. Bukti lain yang bisa mendeteksi pelaku juga sedang kita kumpulkan,” kata Yudhiawan. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...