Perampok Beri Kode dengan Parang, Maryati Istri Pengusaha Lakukan Ini

0 Komentar

ilustrasi/jawa pos

FAJAR.CO.ID, PANGKALAN BUN – Lima kawanan bandit babak belur diamuk warga setelah tepergok melakukan aksi perampokan di rumah pengusaha sarang burung walet di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kelima tersangka yang berhasil diamankan yakni Sodik (SO) dan Ujang Haryanto (UH), Rochman Hidayat (RH), Ruli Choirul (RC), dan Yanuh Supriyanto (YS).

Mereka babak belur dihajar massa. Bahkan tersangka YS dinyatakan meninggal dunia saat mendapat perawatan di Puskesmas Karang Mulya.

“Satu perampok berinisial YS meninggal di rumah sakit,” ujar Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Waris Waluyo, (16/11).

Kawanan perampok yang beraksi Sabtu (16/11) dini hari WIB itu berusaha menguras barang berharga milik Maryati, yang ketika itu sedang beristirahat bersama suaminya.

Kawanan perampok datang menggunakan Kijang Krista warna coklat metalik. Melengkapi dengan linggis, pisau, alat bor, dan parang. Masuk melalui pintu dapur dengan cara mencongkel. Setelah berhasil masuk, Maryati terbangun.

Ibu berusia 35 tahun berniat salat Tahajud. Membuka pintu kamar melangkah menuju kamar mandi. Baru beberapa langkah, Maryati saling bertatapan dengan dua orang perampok.

Perampok lalu mengacungkan senjata tajam dan memberi kode agar tutup mulut. Maryati pun menuruti, tetapi memilih berbalik badan dan lari menuju ke kamar tidur. Mengunci pintu. Lalu membangunkan suaminya.

“Korban bukannya takut, justru berlari masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Lalu menelpon para tetangga,” jelasnya.

Warga ada yang merespon. Hampir semua tetangga memutuskan keluar rumah. Mempersenjatai diri untuk mengepung kawanan perampok. Setiba di rumah Maryati, langsung mencari keberadaan kawanan perampok yang sudah mencium kedatangan warga.

Setelah melakukan pencarian sampai munculnya cahaya kemerah-merahan muncul dari timur, satu per satu dari lima perampok ditemukan. Geram, aksi main hakim sendiri pun tak terhindarkan.

Anggota Polsek Pangkalan Banteng yang menerima laporan warga langsung menuju lokasi yang berjaran sekitar 15 kilometer. Mereka dibawa ke puskesmas untuk dilakukan tindakan medis.

“Sampai malam ini (Tadi malam, red) masih ada dua orang yang masih dirawat intensif di rumah sakit. Dua orang sudah kami lakukan penahanan beserta barang bukti mobil dan peralatan untuk merampok,” ungkap Wasis ketika dihubungi per telepon.

“Mereka memang berprofesi sebagai perampok. Dugaan kami, mereka kawanan spesialis pencuri sarang walet,” tambahnya. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...