KPK Resmi Kasasi atas Vonis Mantan Dirut PT PLN Sofyan Basir

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAkARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengajukan kasasi terkait vonis bebas terhadap mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Pasalnya, lembaga antirasuah itu menilai, bebasnya Sofyan pada pengadilan tingkat pertama atau Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, bukan bebas murni.

“Jaksa Penuntut Umum telah mengidentifikasi titik-titik lemah di putusan tersebut. KPK berpandangan putusan terhadap Sofyan Basir tersebut bukan bebas murni. Ini argumentasi awal yang akan kami sampaikan di memori kasasi nanti,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah dikonfirmasi, Senin (18/11).

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menyebut, masih terdapat fakta sidang yang belum dipertimbangkan oleh majelis hakim di tingkat pertama. Oleh karena itu, ia berharap Mahkamah Agung (MA) dapat mempertimbangkan sejumlah fakta yang ada dan mengabulkan kasasi yang dilayangkan KPK.

“Kami harap, MA bisa mempertimbangkan fakta-fakta secara detail untuk mencari kebenaran materil,” harapnya.

Sebelumnya, KPK mengajukan kasasi ke MA terkait vonis bebas mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir oleh Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Langkah hukum itu telah diajukan pada Jumat (15/11) lalu.

“Teman kami sudah ajukan kasasi atas putusan tingkat pertama Pak SB (Sofyan Basir),” kata Jaksa KPK Lie Putra Setiawan dikonfirmasi, Minggu (17/11).

Hal ini pun telah dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Menurutnya, Jaksa KPK telah melakukan langkah hukum terkait vonis bebas Sofyan Basir.

“KPK sudah menyampaikan akan mengajukan kasasi. JPU telah menyusun memori kasasi,” jelas Alex.

Majelis Hakim Tipikor memvonis bebas mantan Dirut PLN Sofyan Basir. Dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tak terbukti.

“Menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan pertama dan kedua. Memerintahkan saudara Sofyan Basir untuk segera dibebaskan,” kata Ketua Majelis Hakim Hariono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/11) lalu.

Sofyan terlepas dari jeratan tuntutan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebelumnya Sofyan didakwa terlibat praktik suap dalam proyek PLTU Riau-1.

Sofyan juga lepas dari dari ancaman Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...