Otak Penipu Polisi Pindah-pindah, Dirreskrimsus Polda Sulsel Kewalahan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengejaran otak pelaku penipuan anggota kepolisian masih berlangsung. Polisi sempat mendeteksi keberadaannya di Jakarta.

Anggota kepolisian Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sulsel yang melakukan pengejaran masih dibuat kewalahan. Sebab, pelakunya terus berpindah-pindah.

Kabid Humas Polda Sulsel, Ibrahim Tompo mengatakan, di mana pun pelaku, pasti tertangkap. Sebab, identitasnya sudah diketahui, bahkan lokasi terakhirnya terdeteksi di Jakarta.

“Sekarang sudah pindah lagi. Keluar daerah. Cepat atau lambat pasti akan ditangkap,” kata Ibrahim, Minggu, 17 November, kemarin.

Sembari melakukan pengejaran terhadap otak pelaku, pihak kepolisian juga mendalami penggunaan uang Rp150 juta yang diambil pelaku dari anggota kepolisian Polda Sulsel, Selasa, 12 November, lalu.

Dari penjajakan dua orang tersangka yang diamankan, Kamis, 14 November lalu, uang hasil kejahatan tersebut juga dinikmati oleh keluarga tersangka. “Kita belum amankan. Tapi nanti bakal dijadikan tersangka juga,” ujarnya.

Meski tidak sebagai penerima utama lanjutnya, keluarga tersangka yang menikmati juga mendapat hukuman. “Yang menikmati sejauh ini masih satu orang,” bebernya.

Polda Sulsel sudah mengincar dua orang lagi dalam penipuan ini. Yakni otak penipu dan yang menikmati hasil uang hasil kejahatan. “Baru sejauh ini hasilnya. Semoga pelaku utamanya segera ditangkap,” imbuhnya.

Dosen Fakultas Ilmu Komputer Jurusan Cyber Security dan Digital Forensik, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Suwito Pomalingo, mengatakan, pengungkapan kasus kejahatan di dunia maya sebenarnya bisa dideteksi oleh pihak kepolisian.

“Peralatan cyber yang dimiliki Polri bisa mendeteksi keberadaan pelaku. Saya kira, bukan tak bisa mengungkap, hanya saja pihak kepolisian biasanya membutuhkan bukti lebih,” kata Suwito.

Selain melacak telepon genggam lanjutnya, media sosial pelaku kejahatan bisa diketahui. Meski menggunakan akun palsu. Tetap saja ketahuan. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...