Polda Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Pasar Rakyat Jeneponto

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JENEPONTO — Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, sudah menetapkan empat tersangka dugaan korupsi pembangunan pasar rakyat di Jeneponto.

Keempat orang yang ditetapkan tersangka ini masing-masing berinisial SA, RS, MT, dan HR. Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena bertindak melawan hukum, yaitu melakukan intervensi proses lelang serta mengurangi volume pekerjaan pembangunan pasar rakyat tersebut.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, penyidik Tipikor telah melakukan gelar perkara penetapan tersangka dalam kasus korupsi pasar rakyat Jeneponto. Dalam gelar perkara itu, penyidik menetapkan empat orang paling bertanggung jawab dalam kasus korupsi itu.

“Modusnya mereka ini intervensi proses lelang dan mengurangi volume pekerjaan. Akibatnya, kerugian negara mencapai Rp800 Juta, sesuai audit kerugian negara,” katanya kemarin.

Sekadar diketahui dalam kasus ini penyidik telah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 15 orang. Termasuk Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir. Dia diperiksa dalam rangka mendalami perannya terkait dengan jabatan sebagai Wakil Ketua DPRD Jeneponto saat pasar rakyat itu dibangun. “Masih kita dalami perannya,” tambah perwira berpangkat tiga melati itu.

Proyek pembangunan pasar rakyat Jeneponto menggunakan Dana Anggaran Khusus (DAK) pada tahun 2017 dengan anggaran senilai Rp2,5 miliar. Kasus ini telah dinaikkan ke tahap penyidikan oleh pada 24 Juni lalu. Pasar rakyat itu diantaranya, Pasar Lassang-lassang, Pasar Paitanah, dan Pasar Pokobulo.

Penyidik tidak berhenti begitu saja setelah menetapkan empat tersangka. Mereka masih terus melakukan pendalaman. “Mudah-mudahan dengan penetapan itu muncul kesaksian yang bisa memberikan informasi yang akurat,” beber Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati. (gun/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...