Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, Edhie Baskoro Yudhoyono Ingatkan Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi VI DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyatakan bahwa pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung perlu tepat waktu. Dengan demikian, bisa dioperasikan pada 2021 sesuai dengan yang ditargetkan.

“Saya mengingatkan kepada pemerintah agar proyek ini selesai tepat waktu, tidak mengganggu investasi dan cash flow,” kata Edhie Baskoro Yudhoyono, dilansir dari Antara, Senin (18/11).

Menurut dia, Kereta Cepat Jakarta-Bandung perlu untuk direalisasikan antara lain karena dapat meningkatkan konektivitas antardaerah serta menciptakan iklim bisnis yang baik. Selain itu, politikus Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan bahwa kereta cepat adalah jawaban dari sebagian persoalan ekonomi masyarakat.

Namun, ia juga mengingatkan agar proyek itu tidak hanya mengejar kenyamanan dan efisiensi, tetapi juga seberapa besar potensi meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. Ia juga mengapresiasi bahwa pada November 2019, progres pembangunan proyek kereta dengan jarak tempuh 142,3 km ini sudah mencapai 36,01 persen, serta pembebasan lahan pun sudah mencapai 99,06 persen.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan pihaknya telah membentuk tim taskforce atau tim satuan tugas khusus untuk memperlancar pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang ditargetkan beroperasi pada 2021.

“Kereta cepat kita sudah bikin taskforce. Dipimpin langsung Pak Dirut PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra,” katanya saat ditemui di Jakarta, Selasa (5/11).

Erick mengatakan pada konsep taskforce tersebut, rapat untuk membahas isu penting akan diadakan setiap dua minggu sekali. Sementara rapat membahas finansial diselenggarakan bulanan.

Ia mengaku dalam tim tersebut tidak ada hirarki karena pimpinannya dipegang langsung oleh Direktur Utama KCIC sehingga posisi menteri. Wakil menteri hanya sebagai anggota dalam tim percepatan pembangunan kereta itu.

“Jadi, saya dan Pak Wamen semuanya enggak ada pangkat. Pangkat tertinggi ya pimpinan taskforce-nya,” ujarnya.

Erick berharap pembentukan tim satuan tugas khusus tersebut bisa semakin memperlancar pembangunan kereta cepat tersebut sehingga tidak akan tertunda seperti pembangunan MRT dan LRT. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...