Ricuh di Jakarta, Suporter Indonesia Dilarang Memisahkan Diri di Malaysia

0 Komentar

Suporter Indonesia yang akan menonton di Malaysia mendapat warning PSSI/JPNN

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR—Tim nasional Indonesia akan menghadapi musuh bebuyutannya, Malaysia di pertandingan grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, Selasa besok. Selain pertandingan, persoalan suporter juga menjadi fokus PSSI.

Seperti diketahui, pertandingan pertama kedua negara di GBK, Jakarta diwarnai kericuhan antar-suporter. Makanya, demi mencegah hal buruk terjadi di Malaysia, suporter Indonesia yang akan memberikan dukungannya untuk Tim Garuda diatur sedemikian rupa.

Untuk pertandingan ini, sesuai regulasi pihak panpel hanya menyediakan kuota 5 persen dari tiket yang dijual, yakni sebanyak 4.400 tiket. “Pembelian tiket hanya melalui online di website pssi.org. Suporter Indonesia ditempatkan di kategori I gate E,” jelas Head of Infrasructure and Security PSSI, Nugraho Setiawan di situs resmi PSSI.

Nugroho yang kemarin rapat koordinasi dengan penitia pelaksana pertandingan (LOC) Malaysia di Kuala Lumpur mengatakan, suporter Indonesia disarankan tidak membeli tiket dari pihak lain. Alasannya, demi keamanan.

Baca Juga: Pelatih Malaysia Takut Gaya Main Indonesia di Tangan Pelatih Yeyen Tumena

Kalau membeli tiket di luar dari aturan, posisi tempat duduk mereka akan berbeda dengan suporter Indonesia lainnya. Sementara pihak panpel sudah menyiapkan gate khusus untuk suporter Indonesia, yakni di gate E dan semua akan diarahkan ke gate ini.

Para suporter sendiri diharapkan tiba di stadion sebelum pukul 16.00 waktu setempat. Jika, lewat dari itu, mereka tidak akan diperkenankan masuk ke Stadion. Imbauan lainnya, pendukung Indonesia juga diharapkan langsung berkumpul di gate itu dan jangan berkumpul atau memisahkan diri.

“Suporter yang membawa bendera, banner, drum diharapkan masuk sebelum pukul 15.00. Suporter dilarang membawa flare, petasan atau sejenisnya,” jelas Nugroho.

Pasca laga juga diatur. Ketika pertandingan berakhir, mana kala ada situasi yang dinilai kurang kondusif, suporter Indonesia tidak diperkenankan keluar terlebih dahulu dari stadion. Suporter Indonesia harus menunggu suporter tim tuan rumah keluar terlebih dahulu sampai habis.

Menurut Nugroho, pihak panpel menyiapkan sekitar 1.750 aparat kepolisian untuk pengamanan. Dan koordinator suporter Indonesia yang menyewa bus bisa meminta pengawalan pihak kepolisian dari Bandara dan akan langsung menuju Gate E, jika datang sebelum pukul 15.00. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...