Selama Jabat Kasubdit Tipikor Polda Sulsel, Banyak Pejabat dan Pengusaha Jadi Tersangka, Ini Daftarnya

0 Komentar

Kompol Yudha Wirajati

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Selama menjabat Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kompol Yudha Wirajati menunjukkan prestasinya. Dari pejabat hingga pengusaha pun ditersangkakan. Tak pandang bulu.

Kasus korupsi proyek pembangunan gedung Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Gowa telah merugikan negara Rp7 miliar.

Pada Agustus 2018 lalu ditetapkan tiga tersangka yakni, Andi Muhammad Anshar selaku PPK, Alimuddin Anshar selaku Direktur PT Syafitri Perdana Konsultan, dan Hendrik Wijaya selaku Direktur PT Cahaya Insani Persada.

Kasus pohon ketapang kencana yang kerugian negara dari hasil perhitungan BPKP sebanyak Rp1,77 miliar. Mantan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Makassar, Erwin Syafruddin Haija ditetapkan sebagai tersangka pada Oktober 2018 lalu.

Kemudian kasus Bimtek fiktif DPRD Kabupaten Enrekang. Tujuh tersangka kasus itu diantaranya mantan Ketua DPRD Enrekang Banteng Kandang, Wakil Ketua DPRD Enrekang Arfan Renggong, Mustiar Rahim, dan Sekretaris Dewan Sangkala, dan tiga dari Event Organizer (EO) Gunawan, Nawir, dan Nurul Hasmi. Mereka ditangkap pada 7 Desember 2018.

Lalu, kasus korupsi dana hibah Pilwalkot Makassar. Polda menetapkan tersangka mantan Sekretaris KPU Kota Makassar, Sabri dan mantan Bendahara KPU Kota Makassar, Habibi pada April lalu.

Pada 5 November lalu polda kembali melakukan gelar perkara soal kasus korupsi instalasi pipa di Palopo dengan kerugian negara Rp5,5 miliar. Ada tujuh tersangka yakni, Irwan Arnold dan Fauziah Fitriani selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) serta Hamsyari dan Anshar Dachri selaku kelompok kerja (Pokja).

Sementara tiga tersangka lainnya adalah para direktur perusahaan dalam proyek pengadaan instalasi pipa tersebut. Mereka adalah Muh Syarif selaku Direktur PT Indah Seratama, Asnam Andres selaku Direktur PT Duta Abadi, serta Bambang Setijowidodo, Direktur PT Perdana Cipta Abdipertiwi.

Sedangkan untuk kasus yang mandek di Bone seperti dugaan korupsi Paud. Begitu ditangani Ditreskrimsus Polda Sulsel, tak butuh waktu lama untuk menetapkan tersangka. Mulanya, saat ditangani kasus itu setelah melakukan pengumpulan bahan keterangan dan pengumpulan data, penyidik langsung melakukan penggeledahan di Rujab Wakil Bupati Bone.

Hanya berselang dua pekan, Polda langsung melakukan gelar perkara. Hasilnya empat tersangka yakni, Kepala Bidang Paud dan Dikmas Disdik Kabupaten Bone, Erniati yang juga merupakan istri Wakil Bupati Bone, kemudian Masdar, Ikhsan pegawai PAUD, dan Kasi Paud Sulastri. Kerugian negara pada kasus ini Rp4,9 miliar.

Terbaru kasus korupsi pasar rakyat Jeneponto. Ada empat tersangka yang telah ditetapkan seperti SA dan RS selaku pengawas perencana, sedangkan pelaksana proyek berinisial MT dan HR. Kerugian negara sebanyak Rp800 juta.

Saat ini Yudha sapaan karibnya tengah menjalani pelatihan peningkatan kemampuan Tindak Pidana Korupsi yang diadakan oleh Tipikor Bareskrim Mabes Polri. “Aku sekarang lagi perjalanan ke Bogor untuk pelatihan peningkatan kemampuan Tipikor,” singkat perwira berpangkat satu melati itu Senin (18/11/2019). (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...