Ada Lendir Putih di Celana Mayat yang Ditemukan di Sungai Barombong

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mayat perempuan diperkirakan berusia 35 hingga 40 tahun itu belum teridentifikasi. Diduga, ia korban pembunuhan.

Mayatnya ditemukan warga di pinggir Sungai Jeneberang, Jalan Panakkukang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar, Senin pagi, 18 November. Saat ditemukan, badannya terbungkus seprai putih motif kotak biru.

Posisinya tertelungkup di dekat perahu nelayan yang sedang ditambatkan di pinggir sungai. Warga yang menemukan bungkusan seprai itu, awalnya mengira hanya sampah. Jadi tak ada yang menghiraukannya.

“Setelah polisi datang, baru heboh, Pak. Banyak warga yang berdatangan, sekitar pukul 09.25 Wita. Baru dipasangi pembatas,” kata salah seorang saksi mata, Usman Dg. Ngeppe.

Usman menuturkan dalam dua hari terakhir ini aktivitas warga di sekitar penemuan mayat terbilang sepi. Jarak dari jalan raya sekitar 300 meter. Hanya ada lalu lintas kapal yang tertambat. Namun sayangnya, dalam dua hari terakhir ini kurang ada aktivitas, pasalnya ada peringatan maulid.

“Tadi juga saya datang karena mengantar air galon, sehingga mendapatkan mayat tersebut. Waktu mayat dibuka dari seprai tidak begitu terlihat luka, karena kami tidak bisa mendekat,” akunya.

Informasi bahwa mayat ditemukan terbungkus sarung, menurut Usman itu tidak benar. Sarung yang digunakan untuk menutup tubuh korban adalah miliknya.

“Awalnya pihak polisi meminta kain penutup panas warung, tetapi saya bilang, ‘Ada ji sarung, Pak’. Makanya saya ambilkan sarung salat saya,” ujarnya.

Informasi yang dikumpulkan, di tubuh korban ditemukan lebam besar di bagian rahang sebelah kanan. Diduga akibat benturan benda tumpul. Selain itu, di celananya juga ditemukan lendir putih yang diduga air mani (sperma/ovum).

Tanpa Identitas

Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr R Harjuno membenarkan adanya luka lebam pada rahang kanan mayat. Namun, apakah luka tersebut menjadi penyebab meninggal korban belum bisa dipastikan. Untuk menguji hal tersebut butuh autopsi, tetapi belum bisa dilakukan. Pasalnya identitas korban belum diketahui.

“Tadi sudah dicek melalui data sidik jari, tidak ditemukan. Kemungkinan besar korban belum melakukan perekaman e-KTP,” bebernya.

Harjuno juga tidak menafikan ada bercak putih di celana korban. Dugaan itu ada sperma juga tidak bisa ditolak atau diterima, pasalnya butuh hasil laboratorium. Untuk ciri-ciri, korban berambut panjang hitam plus pirang, tinggi sekitar 160 sentimeter, dan agak kurus.

Berdasarkan aturan hingga dua hari identitas korban belum diketahui, polisi bisa melakukan autopsi. Tetapi, hingga kini pihak penyidik masih mencari keluarganya.

“Korban juga diketahui ada luka di bagian hidung dan luka seret besar di kaki kanan. Yang pasti ada beberapa luka di beberapa bagian tubuh,” ungkapnya.

Terpisah Kepala RS Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Dr Farid Amansyah menjelaskan identitas korban hingga kini belum diketahui. Pengujian sidik jari belum bisa memberikan data korban.

“Penyidik kini sedang berupaya untuk mengungkap identitas. Jika ada yang mengetahui atau mengenal korban bisa melapor pada kami,” tambahnya.

Curigai Teman

Dosen Mata Kuliah Kriminologi dan Viktimologi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Hambali Thalib mengatakan pelaku pembunuhan kemungkinan besar adalah orang dekat korban.

Beberapa tanda-tanda pendukung antara lain adalah motif pelaku yang ingin menghilangkan jejak. Petunjuk lain adalah seprai yang digunakan untuk membungkus mayat kemungkinan seprai rumahan.

“Kalau aksi perampokan sangat kecil kemungkinan, begitu juga dengan aksi lainnya. Dugaan kuat lainnya juga bisa berlatar belakang asmara atau seks jika memang ada bercak sperma,” Hambali menganalisis.

Untuk mengetahui pelaku, harus dimulai dari pengungkapan identitas korban. Dari sana akan bisa ditelusuri aktivitasnya.

“Saya rasa pihak kepolisian sangat mampu melacak ini. Dugaan saya ini pelaku orang dekat, entah itu karena hubungan darah, kenalan, atau pernikahan. Semua bisa,” bebernya. (edo/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...