Gejala Kesemutan Dapat Menimbulkan Kelumpuhan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Apakah Anda pernah mengalami kesemutan dan pegal-pegal pada area tubuh seperti kaki, tangan dll. Ini bisa jadi gejala neuropati. Risiko Neuropati bisa terjadi pada siapa saja. Bahkan kini gejala neuropati sudah dirasakan oleh mereka yang berusia muda 26-30 tahun yaitu sebanyak satu dari tiga orang.

Hal ini ditunjang oleh faktor gaya hidup dengan aktivitas keseharian yang terus-menerus dan berulang, seperti beraktivitas dengan gadget (61,5 persen), mengendarai motor atau mobil (58,5 persen), duduk dengan posisi sama dalam waktu yang lama (53,7 persen), dan mengetik dengan komputer (52,8 persen).

Neuropati dengan gejala kebas dan kesemutan yang seringkali diabaikan, ternyata berbahaya. Hal ini dapat mengakibatkan menurunnya fungsi saraf, seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak hingga kecacatan permanen yang berpengaruh pada kualitas hidup. Gejala awal kebas dan kesemutan seringkali diremehkan atau tidak disadari, padahal gejala ringan ini merupakan tanda awal kerusakan sel saraf.

dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat mengatakan, neuropati memberikan beragam ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. “Jika dibiarkan, gejala neuropati seperti kram, kebas dan kesemutan dapat menetap dan mengarah pada kelumpuhan,” ujarnya di Jakarta, kemarin (18/11).

Konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM ini juga menyampaikan, saraf dengan kerusakan lebih dari 50 persen sudah tidak dapat diperbaiki. Salah satu contoh kerusakan saraf adalah Carpal Tunnel Syndrome(CTS). CTS dengan kondisi parah dapat menyebabkan rasa nyeri dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan menetap.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : asrie


Comment

Loading...