Hampir Separuh Honorer Dipangkas, Guru Honorer Aman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Hampir separuh tenaga non-ASN bakal dipangkas. Hanya guru honorer Dinas Pendidikan yang tidak terkena pemangkasan.

Pemprov Sulsel merencanakan akan memangkas anggaran gaji untuk non-ASN atau honorer hingga Rp300 miliar. Tahun depan, anggaran yang akan dialokasikan tinggal sekitar Rp400 miliar.

Tahun ini, Pemprov Sulsel menganggarkan pembayaran gaji atau honor tenaga non-ASN sebesar Rp700 miliar. Anggaran itu untuk membayar honor 25 ribu tenaga honorer.

Sekretaris Bappeda Sulsel, Muh Saleh menuturkan, jumlah tenaga kontrak di organisasi perangkat daerah (OPD) pemprov memang cukup besar. Ini membuat APBD terbebani, setiap tahun. Tahun depan, anggarannya akan dipangkas.

"Tahun ini ada Rp700 miliar. Nanti dipangkas Rp300 miliar. Jadi tahun depan sisa Rp400 miliar," ungkapnya kepada FAJAR, Senin, 18 Desember.

Namun pemangkasan tenaga honorer dilakukan dengan kajian efektivitas. Tidak semua tenaga kontrak akan dipangkas. Selama ini, anggaran tenaga kontrak diambil dari belanja rutin setiap OPD.

"Ada sistem penilaian nanti. Terutama yang tidak maksimal. Banyak itu tersebar di OPD-OPD. Tentu yang santai akan dievaluasi, jelas hanya membebani keuangan daerah. Kita belum kalkulasi berapa yang dipangkas nanti," tuturnya.

Plt Kepala BPKD Sulsel, Junaedi B menambahkan, memang ada perencanaan untuk memangkas anggaran untuk tenaga kontrak. Penggunaan anggaran akan difokuskan untuk program-program prioritas gubernur.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...