Imbas Pembunuhan Mahasiswa, UMI Bekukan UKM Mapala

0 Komentar

Bentrok di UMI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Birokrasi UMI membekukan organisasi UKM Mapala hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Salah seorang tersangka kasus penikaman yang menewaskan Mahasiswa Fakultas Hukum UMI, AF, tercatat sebagai anggota Mapala.

Sebelumnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, La Ode Husein telah menjatuhkan sanksi kepada tiga mahasiswa. Masing-masing, Fakultas Teknik (FT), SY, Fakultas Teknik Industri (FTI), YS dan IR.

“Sudah ada tiga orang yang dikenakan sanksi pengembalian kepada orang tuanya, sisanya kita tunggu hasil penyidikan,” ungkapnya.

Pembekuan UKM Mapala ini mengacu pada SK Rektor UMI, Nomor: 3415/H.25/UMI/XI/2019, tanggal 14 November 2019 bertepatan 17 Rabiul Awal 1441 H. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMI, La Ode Husein mengatakan, tiga orang pelaku yang telah dikeluarkan atau Drop Out (DO) merupakan mahasiswa yang aktif di organisasi Mapala.

Hal ini disampaikan Dr La Ode. Dalam surat keputusan tersebut menetapkan, membekukan UKM Mapala UMI dan memberhentikan kepengurusan serta kegiatan mahasiswa UKM Mapala UMI dengan waktu yang tak terbatas.

Keputusan ini merupakan hasil rapat senat tanggal 14 November 2019, yang bertujuan dalam upaya terciptanya stabilitas serta terciptanya kehidupan kampus yang kondusif, aman, dan tertib.

Ketua I Mapala UMI, Muhammad Nur Fauzan mengaku, dari tiga pelaku tersebut, hanya satu orang anggota Mapala. “Iya, cuma satu anggota Mapala dari FTI,” akunya saat dihubungi FAJAR.

Menurut Ojan sapaan Muhammad Nur Fauzan, birokrasi kurang bijak memberikan sanksi pembekuan kepada Mapala. Sebab, bukan salah Mapala sepenuhnya. “Kami akan adakan forum dialog bersama birokrasi, membahas soal pembekuan dan kerusakan sekretariat,” sebutnya.

Baru mendapatkan SK Pembekuan, Mapala kembali tertimpa musibah. Sekretariat Mapala dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, Senin, 18 November. “Padahal kemarin kami sudah keluar dari sekret, untuk menetralisir adanya bentrok kembali, tapi malah kejadian kembali,” sesalnya.

Dari kejadian tersebut, sejumlah dokumen penting terbakar, begitupun dengan fasilitas sarana dan prasarana. “Ini yang akan kami diskusikan bersama birokrasi, belum ada jadwalnya, tunggu saja,” tegasnya kepada FAJAR.

Terkait pembakaran Sekretariat Mapala, La Ode menyerahkan sepenuhnya dengan pihak berwajib. (aas/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...