Marak Penipuan Online, Begini Modus Pelakunya

Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci (Istimewa)

FAJAR.CO.ID,BALI-- Selama Januari hingga Oktober 2019, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Bali mencatat ada sebanyak 360 laporan masyarakat tentang kasus penipuan online

Seperti disampaikan Kasubdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, Selasa (19/11).

Dia menjelaskan, tren kasus penipuan online di Bali mulai marak sejak tahun 2018.

Dikatakan saat itu, dari total 819 kasus yang ditangani oleh unit Cyber Crime, hampir 50 persen adalah kasus penipuan online.

"Hingga Oktober tahun 2019 ini ada sekitar 700 kasus cybercrime dan 50 persenya itu kasus penipuan lewat online," kata AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci.

Sedangkan terkait jenis penipuan online, imbuh Suinaci, para pelaku kejahatan cyber ini banyak dilakukan di media sosial seperti facebook dan instagram dan juga aplikasi jual beli atau E-Commerce.

Salah satu yang paling menonjol kata Suinaci adalah jual beli handphone seperti I Phone.

Dimana modusnya, para pelaku menawarkan jualan Iphone dengan harga murah.

Hal ini membuat para calon korban tertarik untuk membeli, bahkan dalam jumlah yang banyak.

Setelah uang dari para calon pembeli telah ditransfer, barang iphone yang sejatinya harus dikirim oleh penjual malah tidak sampai bahkan tidak ada.

"Hari gini ada orang menawarkan harga murah. Contohnya, I Phone X masak iya dijual Rp 5 juta, korban pesan sampai lebih dari satu," tambahnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...