Museum Karst dan Budaya, Jendela Warisan Sejarah Kabupaten Pangkep

0 Komentar

Museum Karst dan Budaya Kabupaten Pangkep yang terletak di Rujab Bupati Pangkep. (FOTO: SAKINAH/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Budaya perlu dilestarikan dan dirawat, agar dapat menjadi pembelajaran di masa depan. Jejak peradaban masa lampau harusnya tertata dengan rapi, agar meninggalkan sejarah. Banyak cara melestarikan dan merawat sejarah, termasuk lewat museum.

Museum bukan sekadar bangunan dan peninggalan sejarah masa lampau, tetapi memiliki nilai dan estetika serta sarat ilmu pengetahuan untuk dijadikan pembelajaran. Museum juga menjadi jendela untuk melihat secara umum peninggalan, kebudayaan hingga peradaban yang ada di suatu daerah, salah satunya di Kabupaten Pangkep.

Kabupaten Pangkep yang terletak di sepanjang gugusan karst, memiliki nilai histori yang tinggi. Banyak peninggalan yang ditemukan, kini tersimpan rapi dalam museum karst yang diresmikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI pada 2005 lalu, namun sejak 2008 musem ini berganti nama menjadi musem karst dan budaya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangkep, Ahmad Djamaan menjelaskan, awalnya museum karst ini berdiri di kawasan wisata Mattampa pada 2005, namun dipindahkan ke Rujab Bupati Pangkep pada 2008. Dalam museum juga dibagi atas beberapa ruang, ada ruang budaya, ruang karst, ruang bahari, ruang industri karst dan ruang flora dan fauna. Dalam ruang budaya itu terpajang baju adat dan peralatan kebudayaan lainnya. Kemudian berjalan lagi, ada ruang bahari, disitu dipajang alat tangkap nelayan dan sejumlah miniatur perahu berbagai corak dan ukuran, kerang-kerang dan biota laut unik pun ikut dipajang di museum ini.

Sementara itu, Penanggungjawab museum karst dan budaya Pangkep, Akmaluddin menjelaskan, ada puluhan artefak peninggalan masa lampau yang ditemukan dalam gua yang ada di Kabupaten Pangkep. Artefak itu ada yang berupa batu, logam dan perlengkapan sehari-hari yang digunakan masyarakat pada waktu itu.

Melangkah masuk ke dalam bangunan museum karst ini, pengunjung akan disambut dengan deretan dokumentasi leang atau gua yang ada di Kabupaten Pangkep, mulai leang bulu ballang yang menyajikan dokumentasi lukisan menyerupai penyu di dinding gua, Leang Sumpang Bita, Gunung Lante Angoro, Leang Lasitae, Leang Kassi, Leang Lompoa dan masih ada puluhan foto gua yang ada dalam musem ini.

Akmal yang juga alumni Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin ini juga menyampaikan, artefak yang dipajang ini juga disebut ada yang berasal dari China, Vietnam, Thailand berupa keramik. Bahkan lukisan yang dipajang yang merupakan dokumentasi dari leang itu, diperkirakan berusia 40 ribu tahun yang lalu.

“Koleksi foto yang kita pajang ada 50 unit, itu terbagi atas tiga kategori foto, foto tetkait gua pra sejarah, foto flora dan fauna serta foto terkait industri karst,” ungkapnya. (fit)

Sakinah Fitrianti/Pangkep

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...