Besok… Aliansi Masyarakat Bone Gelar Demo, Kasus Kematian Andi Fredi

0 Komentar

Ketua Federasi Mountineering Indonesia, Lilo (kiri) bersama Dewan Adat Bone, Andi Baso Bone Mappasissi (tengah) memberikan himbauan agar tidak terprovokasi pada aksi damai besok. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Beredarnya undangan terbuka yang akan dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Bone, mendapat dukungan dari Dewan Adat Bone. Namun, itu ditegaskan sebagai aksi damai.

Undangan aksi itu direncakan akan berlangsung pada Kamis (21/11/2019) besok atas kematian Andi Fredi Akirmas (21), mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2016. Aksi solidaritas tersebut diberi nama “Mappatettong Siri”.

Dewan Adat Bone, Andi Baso Bone Mappasissi mengatakan, menyikapi peristiwa yang terjadi di kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) kelompok masyarakat pemuda Bone berencana melakukan sebuah aksi damai. “Saya mendukung keinginan mereka karena aksi tersebut aksi damai, dan bertujuan menyelesaikan masalah ini secara damai,” katanya, Rabu (20/11/2019).

Kata dia, orang Bone tidak menginginkan konflik itu, begitu pun dengan yang lain. Dia meyakini semua pihak menginginkan permasalahan ini tidak berlarut. “Kami percaya terhadap hukum, dan saya yakin aparat juga bisa memahami permintaan tuntutan ini,” tambahnya.

Selain itu, selaku Tokoh Pemuda Bone, Puang One, sapaan karibnya juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan aksi agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang ada.

Kemudian, mengharapkan kepada kelompok pemuda dan mahasiswa agar mampu menyikapi undangan untuk melakukan aksi, agar tidak terpecah belah di mana aksi tersebut berjalan dengan damai dan kondusif.

“Kita juga menyarankan pemerintah Kabupaten Bone agar bersikap, serta memediasi khususnya pemuda Bone dengan pihak kampus,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Ketua Federasi Mountineering Indonesia, Lilo yang juga merupakan wija to Bone sekaligus bergelut dengan dunia kepecintaan alam berduka atas meninggalnya Andi Lolo, sapaan Andi Fredi Akirmas. Dan juga bersedih ketika melihat rumah Mapala UMI terbakar.

“Saya tetap orang Bone, sifat solidaritas sesama pecinta alam juga ada. Namun saya menginginkan adanya tokoh yang bisa menjadi penengah untuk mengakhiri konflik yang tidak ada ujungnya ini, karena yang menjadi ketakutan kami nasib adik-adik yang lain yang kuliah di Makassar. Konflik ini harus berakhir,” tegasnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...