Kementerian dan Komisi VII Bagikan 500 Paket Konversi Bensin ke Elpiji untuk Nelayan

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAROS -- Guna mengurangi biaya yang dikeluarkan nelayan saat melaut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Komisi VII DPR RI membagikan 500 paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) bagi nelayan di Kabupaten Maros.

Pembagian paket itu berlangsung di Kantor Balai Diklat Pengolahan Hasil Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulsel, Rabu, 20 November 2019.

Pada kesempatan ini turut hadir Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang, Wakil Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam, serta Direktur Pembinaan Hilir Migas ESDM RI, Mohammad Hidayat.

Direktur Pembinaan Hilir Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Mohammad Hidayat, mengatakan, untuk hari ini pihaknya melakukan pendistribusian 500 paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG).

"Ini untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran di Maros," katanya.

Dia juga mengatakan, penggunaan elpiji ini lebih ramah lingkungan dan bersih dibandingkan BBM.

"Kita berharap program ini dapat berjalan dengan baik. Apalagi, selama ini para nelayan menggunakan mesin berbahan bakar BBM," katanya.

Tak hanya ramah lingkungan, penggunaan elpiji ini juga lebih murah dan terjangkau.

Hidayat juga menyampaikan, tahun 2017 lalu pihaknya pernah menyalurkan paket yang sama sebanyak 425 paket di Maros.

Sedangkan tahun ini pihaknya mampu membagi sekitar 500 paket.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI, Andi Yuliani Paris, menjelaskan, salah satu program kementerian ESDM RI yang anggarannya disepakati DPR RI Komisi VII yakni konverter bahan bakar untuk nelayan.

"Tujuan konverter tersebut untuk mengurangi cost yang dikeluarkan nelayan saat melaut," ujarnya.

Selain itu, kata dia, konverter bahan bakar tersebut bisa melindungi kelestarian terumbu karang dan biota laut dari kontaminasi tumpahan bahan bakar minyak jenis premium di laut.

Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang, menyambut baik bantuan yang diserahkan Kementerian ESDM dan anggota Komisi VII DPR RI ini.

Sebab, melalui bantuan ini bisa menekan cost para nelayan. "Sehingga uangnya bisa digunakan untuk kepentingan lainnya," katanya. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Muhammad Nursam

Comment

Loading...