Pasutri Ini Jual Pelacur Seharga Rp400 Ribu, Begini Operandinya

0 Komentar

SUDAH SETAHUN: Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo menginterogasi tersangka Analisa alasan menjadi mucikari prostitusi online. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Jajaran Satreskrim Polres Gresik membongkar prostitusi online via whatsapp (WA) dengan tarif Rp 400 ribu sekali kencan di Gresik. Dua tersangka mucikari yang juga pasangan suami istri (pasutri) warga warga Perum Permata Indah Blok C No 22 Desa Putat, Kecamatan Menganti yakni Bambang Sutikno, 40, dan istrinya, Analisa, 39, akhirnya ditangkap usai menjalankan bisnis esek-esek itu selama satu tahun terakhir.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengungkapkan, terbongkarnya kasus tersebut karena laporan masyarakat yang resah dengan ulah pelaku.

“Pelaku memasarkan pekerja seks lewat online yakni aplikasi WhatsApp. Selain menawarkan pekerja seks, pelaku juga menyediakan kamar untuk pelanggan,” katanya.

Sekali kencan pelaku menawarkan jasa pekerja seks kisaran Rp 400 ribu. Analisa,39 yang juga asli Jalan Bratang Binangun Gg.7 No.45 Kota Surabaya memiliki tiga wanita usia 30 tahunan yang sewaktu-waktu bisa dijual kepada pria hidung belang.

Ditambahkan, pasutri itu melancarkan aksi di rumahnya yang berada di Perum Permata Indah Menganti.

“Ada tiga orang PSK dengan kisaran umur 30-35 tahunan, satu perempuan dihargai Rp 400 ribu. Biasanya, Rp 100 ribu masuk ke kantong pelaku. Pasutri ini bekerja sama untuk mendapatkan klien, biasanya sebulan bisa mencapai jutaan rupiah,” tambahnya.

Atas perbuatannya itu, lanjut Kusworo, kedua tersangka bakal dijerat dengan pasal berlapis 296 KUHP dan 506 KUHP.

Dipaparkan, Bambang Sutikno maupun Analisa menggunakan modus menawarkan PSK melalui WA dengan mengirim foto mereka. Sewaktu pelanggannya setuju, barulah tarif disepakati. Mereka mematok tarif Rp 400 ribu sekali kencan.

Dalam aksinya tersebut, Bambang Sutikno bahkan rela menjadikan rumahnya di Menganti untuk menjadi tempat prostitusi. “Pelanggan nggak perlu cari tempat untuk memuaskan nafsu. Yang dipekerjakan tiga wanita dengan status janda,” kata Bambang. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...