Tim PPDM Unsulbar Ajar Warga Buat Website dan Medsos

FAJAR.CO.ID, POLEWALI — Kepedulian civitas akademika Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), membantu mensosialisasikan produk kerajinan hingga potensi wisata daerah, diwujudkan Tim Dosen Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Unsulbar.

Melalui kegiatan “Kampung Bambu Alu; Ekowisata Berbasis Budidaya dan Kerajinan Bambu,” tim beranggotakan empat dosen ini mengajarkan cara pembuatan website desa dan akun media sosial (medsos) untuk memasarkan produk desa. Salah satunya kerajinan bambu yang banyak digeluti warga Desa Alu.

“Kami melakukan pembuatan website dan akun sosmed untuk menunjang ekowisata dan memudahkan pemasaran produk pengrajin bambu Desa Alu,” kata Ketua Tim PPDM, Sitti Hadijah, siang tadi. Pihaknya telah mengundang perwakilan pemuda Desa Alu yang sebagiannya juga adalah mahasiswa Unsulbar di Khalid Kursus Tinambung, Sabtu, 16 November lalu mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Kegiatan ini juga merupakan program kerja tahap akhir Tim PPDM untuk tahun pertama 2019, yang dinilai sangat penting oleh tim pengabdi dan aparat pemerintah Desa Alu. Sebab akan dijadikan media promosi sehingga semakin banyak masyarakat mengetahui ekowisata Hutan Bambu Alu dan produk-produk yang dibuat langsung pengrajin Desa Alu. “Dan hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Alu,” kata Sitti Hadijah.

Dosen Fakultas Ekonomi Unsulbar ini mengatakan kehadiran akun ini memudahkan Desa Alu mempromosikan potensi desanya, dimana isi konten website dan medsos tersebut adalah profil desa, ekowisata, produk kerajinan dan beberapa kegiatan yang dianggap penting untuk diinformasikan dan mendapat respons masyarakat luas. Narasumber yang dihadirkan adalah Idham Sirunna, yang sekaligus membantu membuatkan website kampungbambualu.web.id dan medsos (Facebook, Instagram, Twitter) Kampung Bambu Alu.

“Promosi produk bambu selama ini terkendala pemasaran, karena tidak pernah dipromosikan di dunia maya. Padahal dunia maya hari ini merupakan tempat promosi produk yang sangat efektif,” katanya. Salah satu peserta, Nurwardia menyatakan kegiatan ini menjadi jalan mempromosikan Desa Alu, terutama ekowisata Hutan Bambu Alu yang tidak dimiliki daerah lain di Sulawesi Barat. Tim PPDM sendiri menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung terlaksananya program ini, terutama kepercayaan dari Kemenristekdikti dan pimpinan Unsulbar. (nur/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...