Dukung Bamsoet Ketua Umum Golkar, Pemuda Pancasila Punya Alasan Begini

0 Komentar

Sejumlah tokoh senior hadir di Bambang Soesatyo Centre untuk menyatakan dukungan kepada Bamsoet maju sebagai Caketum Golkar, di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (20/11). Foto M Fathra Nazrul Islam/JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Organisasi Pemuda Pancasila (PP) mendukung salah seorang kadernya yang saat ini menjabat Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menjadi Ketua Umum Partai Golkar 2019-2024.

Pengurus Pusat PP yang juga Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal mengatakan, pilihan pihaknya kepada Bamsoet karena Airlangga Hartarto, Ketua Umum Golkar petahana, menjalankan organisasi partai seperti mengelola perusahaan pribadinya.

“Bagaimana bisa tanggung jawab kepada rakyat, jika selama ini kepemimpinan Partai Golkar dijalankan secara elitis. Mengelola Partai Golkar bukanlah seperti mengelola perusahaan pribadi, butuh kerja sama semua pihak. Tidak boleh seperti saat ini, yang berjalan sendiri-sendiri,” kata Robert di Jakarta.

Dia menambahkan, mengelola organisasi Partai Golkar tak boleh sembarangan. Dengan menerima uang APBN sebesar Rp 18 miliar, manajemen Partai Golkar tak hanya dipertanggungjawabkan kepada para kader saja, melainkan juga kepada rakyat.

Sementara Juru Bicara Pemuda Pancasila Paskah Suzeta memaparkan, sekitar 176 pemilik suara dalam Munas Partai Golkar yang merupakan kader PP dan bulat mendukung Bamsoet.

“Pemuda Pancasila berharap dengan maju dan terpilihnya Bamsoet sebagai Ketua Umum Golkar dalam Munas, bisa membawa Golkar lebih baik ke depan. Harapannya Bamsoet bisa melaksanakan AD/ART partai, dengan mempertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Paskah.

Anggota Dewan Pembina Partai Golkar ini menjelaskan kepercayaan partai-partai politik mengamanahkan Bamsoet menjadi Ketua MPR RI melalui musyawarah mufakat punya arti besar. Menandakan kepercayaan partai politik begitu tinggi kepada Bamsoet.

“Jika partai-partai politik saja percaya kepada Bamsoet untuk menjadi Ketua MPR RI, mengawal Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, masa Partai Golkar sendiri tak mempercayakan dirinya menjadi Ketua Umum. Jika Bamsoet tak menjadi menjadi Ketua Umum Partai Golkar, yang rugi bukan pribadi Bamsoet, melainkan Partai Golkar sebagai sebuah organisasi,” ujar Paskah. (jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...