Fenomena Kolom Kosong di Pilwalkot, KPU Makassar Rajin Terima Kunjungan KPU Daerah Lain

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — KPU Kota Makassar menerima kunjungan dari KPU Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, pada hari Kamis, 21 November 2019.

Setelah sehari sebelumnya menerima kunjungan serupa dari KPU Kabupaten Kutai Timur dan KPU Kabupaten Labuhan Batu.
Kunjungan KPU Sijunjung ini dalam rangka “study banding” dan dialog sharing gagasan dan progres persiapan pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar pada 23 September 2020 mendatang.

Sejauh ini KPU Makassar telah menerima 14 kunjungan dari berbagai KPU baik kab/kota maupun Provinsi yang datang dengan tujuan yg sama.

Fenomena kemenangan kotak kosong pada Pilwali Makassar 2018 juga menjadi salah satu faktor yg membuat beberapa KPUD tersebut memilih kota Makassar sebagai tujuan kunjungan.

Kedatangan KPU Kabupaten Sijunjung hari ini diterima oleh 3 komisioner KPU Makassar yaitu, Endang Sari, Romy Harminto, dan Abdul Rahman, beserta sekertaris dan staf sekertariat KPU Makassar. Ketiga komisioner bergantian memberi penjelasan terkait tantangan dan terobosan yang dilakukan di divisi Masing-masing.

Romi Harminto, anggota KPUD Makassar menjelaskan secara terperinci, manfaat dan pengelolaan “E-Cooklit”, aplikasi Pendukung Pilwali 2020, yang telah di-launching Jum’at, 8 November 2019 kemarin.

“E-Cooklit akan memudahkan segala prosedur penunjang PPS dan PPK untuk melengkapi data pemilih yang berjumlah 1juta lebih di kota Makassar” kata Romi.

Abdul Rahman komisioner divisi hukum juga menambahkan penjelasan
tentang kronologis fenomena kolom kosong yang terjadi di Makassar.

Sementara Endang Sari menjelaskan tentang peningkatan angka partisipasi pemilih dari Pemilihan 2018 yang hanya berada di angka 58,98% dan meningkat menjadi 75,04% di Pemilu 2019 beserta strategi sosialisasi yang dilakukan untuk sampai pada kenaikan 15% angka partisipasi pemilih.

“Tugas berat masih menanti dan kita menargetkan angka partisipasi di Pilwali 2020 ini naik menjadi 77,5% mengikuti target angka partisipasi nasional”. Masih butuh peningkatan jumlah kurang lebih 25 ribu pemilih yang datang ke TPS menggunakan hak pilihnya. (ham/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...