FGD Rancangan Perda Penyiaran, Ini Harapan dan Pembenahan untuk KPID Sulbar

Kamis, 21 November 2019 12:59

FOTO: ISTIMEWA

Secara umum, kedelapan narasumber mengapresiasi upaya yang dilakukan KPID Sulbar mendorong lahirnya Peraturan Daerah tentang Penyiaran.

Ismail Zainuddin, selaku pembicara pertama mengungkapkan perda penyiaran adalah satu kebutuhan yang harus disiapkan sebagai acuan KPID guna melindungi masyarakat dari dampak pengaruh negatif dari siaran lembaga penyiaran. ” Konten lokal, menjadi bagian terpenting dalam usulan perda penyiaran, harus menjadi perhatian utama,” pintah Mantan Sekprov Sulbar ini.

Sementara itu, Akademisi STAIN yang berkomitmen membangun Lembaga Penyiaran Komunitas di Kampusnya menyebutkan, bahwa sebagain konten-konten yang ada memang harus menjadi perhatian, karena saat ini, banyak konten yang tujuannya hanya memberi hiburan dengan menafihkan fungsi edukasi.

“Muatan konten lokal harus dipertimbangkan agar dapat mengangkat budaya kita, budaya malaqbi,” kata mantan aktivis 98 ini.

Sedangkan Aditya, dari Yayasan Karampuang mengusulkan dalam perda penyiaran, diharapkan tidak hanya fokus pada permasalahan yang dialami pelaku usaha tetapi juga fokus pada bagaimana isi siaran-siaran itu juga fokus anak dan perempuan.

Bagikan berita ini:
8
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar