Kolam Nipa-nipa Atasi Banjir di BTP

0 Komentar

Kolam Nipa-nipa Atasi Banjir di BTP

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Warga di wilayah Bumi Tamalanrea Permai (BTP) dan sekitarnya bakal segera terbebas dari banjir.

Itu setelah Kolam Regulasi Nipa-nipa yang sedang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang seluas 84 hektare diyakini akan mengendalikan luapan air Sungai Tallo ketika debit air meningkat, rampung tahun ini.

Kolam Regulasi Nipa-nipa merupakan salah satu fasilitas bangunan pengendali banjir dibangun untuk mengatasi banjir di Kota Makassar, terutama akibat luapan Sungai Tallo di bagian hilir, mampu menampung air sebanyak 3,5 juta meter kubik. Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Ir. Suparji, S.ST. MT mengatakan bahwa tahun ini proyek tersebut sudah rampung.

“Tinggal saluran pembuangan saja. Makanya sungai akan dikeruk dan dilebarkan. Kami masih menunggu pembebasan lahan. Intinya kolam regulasi itu akan mengurangi dampak banjir di wilayah BTP dan sekitarnya,” ungkapnya.

Lokasi pembangunan kolam tersebut terletak di perbatasan antara Kabupaten Maros di Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe dan Gowa di Desa Jenemadingin, Kecamatan Pattalassang serta Kota Makassar di Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala. 

Menurutnya, bangunan ini berfungsi untuk menampung air yang masuk melalui pelimpah (Spillway) selama terjadi puncak banjir untuk sementara waktu dan mengalirkannya kembali ke Sungai Tallo melalui pintu pengatur dan pompa air setelah hujan reda. 

Dengan adanya pembangunan kolam ini, diharapkan mampu mengurangi luasan areal daerah terdampak banjir pada bagian hilir Sungai Tallo yang meluber apalagi pada saat puncak musim penghujan seperti saat ini. 

Sedangkan tujuan pembangunan kolam sendiri, lanjut dia, untuk mengatasi debit puncak banjir dan mengamankan daerah pemukiman warga di bagian hilir Sungai Tallo, termasuk mengurangi area genangan air daerah terdampak banjir seluas kurang lebih 3.000 hektare berada di kawasan Kota Makassar yakni di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea serta Antang. 

Berdasarkan hasil perhitungan dari tim teknis, kolam regulasi dengan daya tampung 3,58 juta meter kubik ini, setidaknya akan mengurangi 30 hingga 40 persen banjir di Makassar. Terutama di wilayah BTP dan sekitarnya.

Kolam regulasi ini akan mengalihkan debet air dari Sungai Tallo. Sehingga dampak banjir di lahan 3.000 hektare yang ada Kecamatan Biringkanaya, Tamalanrea, dan Tallo bisa dicegah.

Pengamat Tata Kota Makassar, Prof Slamet Tri Sutomo, menjelaskan kehadiran kolam regulasi itu memang jadi solusi mengatasi banjir di wilayah BTP dan sekitarnya. Menurutnya, Nipa-nipa dari dulu adalah rawa dan nipa. Jadi, kata dia, secara alami memang tempat istirahatnya atau parkirnya air.

“Nah, kehadiran kolam regulasi itu setidaknya dapat mengatasi banjir yang setiap tahun melanda BTP saat musim hujan. Kolam itu dibuat tentu saja diharapkan mampu menampung air yang selama ini memasuki area perumahan warga, jika terjadi luapan air sungai,” kata Slamet. (ram)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...