Pembunuh Jumince Sabneno Kenal Korban Lewat Facebook

0 Komentar

wajah Jumince Sabneno diperlihatkan kepolisian sehari setelah mayatnya ditemukan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Harapan Jumince Sabneno (32) untuk menikah lagi, kandas. Lelaki yang diharapkan, justru membunuhnya sebelum mengikrar janji bersama.

Perempuan yang menjanda sekitar tiga tahun itu, jatuh cinta lagi di Makassar. Lelaki yang disukainya Raymundus. Perkenalnnya, melalui media sosial Facebook.

Tak ada yang tahu persis kapan mereka mulai berhubungan. Yang jelas, tante Jumince, Rina, ingat betul, kapan terakhir kali Jumince meninggalkan rumahnya di Kecamatan Tallo.

Saat itu, Jumat, 4 Oktober, sekitar pukul 19.00 Wita, Raymundus (32) tiba-tiba datang ke rumah Rina. Tujuannya menjemput Jumince.

“Tatapannya (Raymundus) tajam sekali ke saya. Saya sangat tidak senang saat itu,” kata Rina di halaman Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Rabu, 20 November.

Jemarinya terus mengutak atik gawai. Masih sangat jengkel, juga kecewa. “Saya tidak mengizinkan dia membawa pergi Jumince. Karena saat itu dia (Jumince) sakit. Agak sesak. Tetapi dia (Raymundus) bilang mau bertanggung jawab. Mau menikahi,” sambungnya.

Raymundus yang tetap pada pendiriannya, berhasil membawa Jumince tinggal bersamanya di Taeng, Kabupaten Gowa. “Jadi dia tulis namanya, alamatnya, bahkan nama kakaknya saat itu agar saya percaya,” bebernya sembari mengembuskan napas panjang.

Apalagi, Rina sudah menyampaikan agar lelaki itu datang membawa keluarga soal niatnya untuk membicarakan kelanjutan hubungan mereka ke jenjang lebih serius. Tetapi, malam itu, Jumince ingin pergi bersama Raymundus.

“Makanya dia pergi sejak saat itu, dan tak memberi kabar lagi. Saat pemberitaan penemuan mayat tersebar, saya kaget. Syok dan sangat kecewa saat ini,” imbuhnya.

Kenal di Facebook

Rina menatap kakaknya, Nimuel Baitanu yang menggendong anak bungsu Jumince. Ia adalah paman yang pertama kali menerima dan merawat Jumince di Makassar, November 2018.

“Sudah setahun yang benarnya Jumince di Makassar. Ia ke sini dalam rangka berobat jalan karena mengidap penyakit paru-paru,” kata Nimuel.

Jumince tinggal bersamanya hingga Juni. Selama enam bulan, keponakan dari anak kedua saudara Nimuel itu menjalani pengobatan. “Mei itu sudah agak sehat. Makanya setelah Lebaran (Juni), ia minta untuk bantu tantenya bekerja,” ujarnya sambil menunjuk Rina.

Sejak saat itu, tak ada lagi komunikasi dengan Jumince. Sebab, dirinya percaya, keponakannya aman bersama tantenya. “Kalau soal dia ketemu sama laki-laki itu, sepertinya saat di sini. Kenal di Facebook,” ungkapnya.

Dirinya pun baru mengetahui, Jumince sudah lama meninggalkan rumah tantenya, dan pernah bekerja di salah satu perusahaan roti di kabupaten Gowa, sesaat setelah mayat keponakannya ditemukan.

“Nanti saya tanya ke sini (Biddokkes) baru saya tahu semuanya. Keluarga baru bilang, kalau dia (Jumince) sudah satu bulan lebih pergi dan tinggal di luar,” bebernya. (ans/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...