Raymundus Sempat Desahan dengan Jumince Sabneno Sebelum Lehernya Dicekik


“Makanya dia pergi sejak saat itu, dan tak memberi kabar lagi. Saat pemberitaan penemuan mayat tersebar, saya kaget. Syok dan sangat kecewa saat ini,” imbuhnya.

Alasan Beban

Keluarga Jumince mendengar langsung alasan Raymondus membunuh kekasihnya. Melalui mulut pihak kepolisian, motif pembunuhannya didengar dengan jelas.

Baca Juga: https://fajar.co.id/2019/11/21/israel-serang-militer-iran-dan-suriah-2-warga-sipil-tewas/

“Korban meminta pelaku agar membawanya pergi berobat. Tetapi tidak punya biaya. Dengan pertimbangan menghilangkan beban terhadap korban, dia pun membuhuh,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat konferensi pers.

Raymundus membunuh kekasihnya di kamar indekosnya, di Taeng, Gowa, Senin dini hari, 18 November. Saat itu, kekasihnya sedang tidur. Ia memukul wajah sebelah kanan korban sebanyak dua kali. Lalu mencekiknya dari belakang hingga tewas.

Senin pagi, 18 November, jasad Jumince ditemukan di tepi sungai Jalan Panakukang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, tepatnya di bawah jembatan Barombong.

Dari informasi dan keterangan keluarga korban, pihak kepolisian Resmob Polrestabes Makassar yang dipimpin AKP Edi Sabhara mem-back up Polsek Rappocini, menangkap Raymundus di indekosnya, Selasa malam, 19 November.

Download Fajar di Sini

Raymundus tak dapat mengelak. Semua perbuatannya diakui. Bahkan, ia mengaku sempat bersetubuh sebelum menghabisi nyawa kekasihnya itu. Hal ini selaras dengan temuan tim Forensik Dokpol Polda Sulsel.

Komentar

Loading...