Tanpa IMB dan Amdal, Dewan Sebut Pembangunan Bakal Amburadul

0 Komentar

Anggota Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Makassar, Hasanuddin Leo memberikan tanggapan terkait rencana penghapusan IMB dan Amdal. (Muhclis Abduh/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Pemerintah melalui Kementerian Agraria Tata Ruang atau BPN berencana untuk menghapus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Terkait wacana tersebut, anggota DPRD Makassar angkat suara.

Anggota Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mengaku tidak sepakat jika IMB dan Amdal dihapuskan. Dalam regulasi yang ada yang kemudian diturunkan menjadi peraturan daerah, kehadiran IMB menjadi panduan tata ruang di setiap wilayah.

“Sehingga jika IMB dihapuskan maka kota atau kabupaten akan amburadul dari sisi penataan. Seseorang akan seenaknya membangun. Ini perlu ditinjau,” ungkap Leo saat ditemui, Kamis, 21 November.

Di sisi lain menurutnya potensi kehilangan pendapatan juga akan berdampak. Sementara selama ini pemerintah kota malah kesulitan dalam mencapai target pendapatan.

“IMB inikan besar. Kalau dilihat target dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP itu kan Rp75 miliar targetnya. Jadi bisa dibilang kita akan kehilangan Rp75 miliar kalau IMB dihilangkan,” tutur anggota Badan Anggaran DPRD Kota Makassar ini.

Sementara terkait penghapusan Analisi Mengendai Dampak Lingkungan (Amdal), juga menurutnya harus dipertimbambanhkan lagi sebab Amdal sangat penting karena mengandung unsur teknis, sosial ekonomi dan juga lingkungan dalam pembangunan.

“Amdal akan terlihat sebelum dan setelah pembangunan apa yang akan terjadi, sehingga pembangunan tidak menggangu sekitar,” imbuhnya. (abd)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...