Eksekusi Ruko Diduga Didalangi Mafia Peradilan, Termohon Mengadu ke Komisi Yudisial

0 Komentar

Ruko milik H. Muksin yang dieksekusi meski masih melakukan perlawanan ke tingkat banding.

FAJAR.CO.ID, JAYAPURA -– Eksekusi  terhadap salah satu rumah toko (Ruko) oleh Pengadilan  Negeri (PN) Jayapura pada Senin (18/11/2019) lalu, terus menuai polemik.

Perbincangan di kalangan masyarakat menilai ada dugaan kalau eksekusi tersebut didalangi mafia peradilan. Makanya, pemilik Ruko pasangan suami istri (Pasutri) H. Muksin/Sukinah Yulianti selaku pihak termohon terus melakukan perlawanan. Dugaan tersebut dilihat dari nilai jual Ruko itu sekitar Rp 5 Miliar, tapi dijual lelang hanya sekitaran Rp 3 Miliar.

“Kami masih melakukan banding dan putusan banding belum keluar, eh malah dilakukan eksekusi. Makanya, kami mengirim surat aduan ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA),” terang Sukinah Yulianti.

Rupanya, perlawanan Sukinah ini mendapat dukungan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).Bahkan Ketua KKSS Jayapura H. Karim menyatakan, akan melaporkan langsung ke Ketua Umum KKSS Provinsi H. Mansyur, menyatakan mengawal kasus ini, dan langkah yang akan diambil bila dipaksakan eksekusi tersebut, seluruh anggota KKSS di daerah itu, menutup rekeningnya di BNI agar tidak terjadi lagi korban.

Sementara itu, salah seorang tokoh KKSS H. Wagus, yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Jayapura mengaku, heran atas tindakan yang dilakukan pihak BNI Jayapura yang memaksakan pihak Pengadilan Negeri Jayapura untuk melakukan eksekusi.

Makanya, pihak KKSS mendukung sepenuhnya langkah yang dilakukan H. Muksin dan istrinya  Sukinah Yulianti yang mengadu ke KY dan MA. Bahkan jika tidak ada aral melintang, Selasa (26/11/2019) mendatang, pihak KKSS akan menurunkan massanya untuk melakukan aksi demo.Sementara itu, isi surat pengaduan yang diajukan Sukinah Yulianti yang ditujukan ke KY dan MA berisikan enam poin. Salah satunya poin 6 menyatakan; bahwa kuat dugaan telah terjadi persekongkolan dengan pemohon eksekusi dikarenakan sudah mengetahui perkara sedang banding, pemohon mengajukan eksekusi dan diterima. (lis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...