Komisi III DPR Apresiasi Penangkapan Sejumlah Buronan Kejaksaan

0 Komentar

Anggota Komisi III DPR-RI Supriansa saat rapat kerja dengan Kejaksaan Agung.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Supriansa SH, MH mengapresiasi kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) yang berhasil menangkap sejumlah buronan kasus korupsi dalam berbagai perkara.

Terbaru Kejagung menangkap Kokos Jiang alias kasus korupsi batu bara yang merugikan negara sebesar Rp477 miliar.

Kokos yang telah divonis empat tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta oleh Mahkamah Agung ini diketahui telah buron sejak 17 Oktober lalu, dan berhasil diamankan oleh Tim Intelejen Kejaksaan Agung di Ciracas, Jakarta Timur pada Senin (11/11) lalu.

“Saya memberi apresiasi yg setinggi tingginya kepada Jaksa Agung bersama jajarannya yang telah berhasil menangkap buronan kejaksaan yang selama ini bersembunyi dari kejaran kejaksaan,” kata Supriansa kepada wartawan pada Jumat (22/11/2019).

Dia menilai, keberhasilan kejaksaan dalam menangkap Kokos juga dapat menjadi contoh bagi lembaga lain di bidang pemberantasan korupsi seperti KPK dan Kepolisian. Harapannya lembaga penegak hukum dapat saling bekerjasama dalam melaksanakan tugasnya.

Sebagaimana kita ketahui bahwa saat Rapat kerja Kejagung dan DPR, 7 November 2019 lalu, Supriansa, salah satu legislator yang getol mendorong penangkapan sejumlah buronan tersebut. Ada belasan DPO yang belum berhasil ditangkap pasca putusan.

Dia pun minta Kejagung tetap melakukan pengajaran kepada buronan lain yang masih berkeliaran di luar negeri.

Selain Kokos, Kejagung juga berhasil menangkap buronan lama Atto Sakmiwata Sampetoding saat hendak masuk ke Kuala Lumpur, Malaysia. Atto merupakan koruptor Rp24 miliar yang telah divonis 5 tahun penjara.

Kasus yang menjerat Managing Director PT Kolaka Mining Internasional bermula saat perusahaannya mengekspor nikel ke China dalam bentuk mentah sebanyak 222 ribu mt dengan harga Rp 78 miliar pada 2010. Penjualan nikel itu atas perjanjian jual beli dirinya dengan Pemda Kolaka sehingga seolah-olah merupakan peristiwa keperdataan biasa. (*/aci)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...