Oknum Kabid Jadi Calo CPNS, Tipu Rp200 Juta

0 Komentar

LAPOR : Ida Bagus Indra Kusuma melapor ke Mapolres Buleleng terkait kasus penipuan CPNS yang menimpanya pada tahun 2014 lalu. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

FAJAR.CO.ID,BALI– Nyoman Renasih, 61, bersama putranya Ida Bagus Indra Kusuma terpaksa melaporkan seorang oknum Kepala Bidang (Kabid) di Lingkup Pemkab Buleleng.

Pria berinisial PYS, 50, dilaporkan karena melakukan penipuan terkait penerimaan CPNS pada tahun 2014.

Indra Kusuma yang merupakan warga Banjar Dinas Klocing, Desa Kerobokan, Kecamatan/Kabupaten Buleleng mendatangi Mapolres, Jumat (22/11). Kepada awak media, Indra menuturkan, sang ibu bersama terduga pelaku PYS pernah menjadi rekan di satu tempat kerja.

Karena Indra sempat gagal saat melamar CPNS pada 2014, PYS kemudian berniat menawarkan diri kepada Renasih, untuk membantu Indra agar bisa lolos dalam penerimaan CPNS tahun 2014, dengan formasi sebagai tenaga pendidik.

PYS, sebut Indra, langsung datang ke rumah, menawarkan diri untuk membantunya. “Berkas lamaran saya waktu itu diminta oleh PYS. Katanya akan diurus langsung ke pusat (Jakarta). Waktu itu kan pendaftaran belum sistem online,” jelasnya.

Selanjutnya PYS kembali mendatangi kediaman Renasih pada 19 Mei 2015 lalu dan menunjukkan fotokopi SK Komulatif dari Badan Kepegawaian Negara yang diduga palsu. Dalam SK bernomor 682 itu, tertera nama lengkap Indra.

Begitu menunjukkan fotokopi SK, PYS yang merupakan warga Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng itu langsung meminta uang kepada Renasih sebesar Rp 75 juta. Uang itu, sebut Indra, sebagai uang pelicin untuk mempercepat datangnya SK yang asli.

Lanjut Indra, sang ibu yang sudah percaya, langsung memenuhi permintaan PYS, dengan harapan agar SK yang asli segera didatangkan dari pusat. Tanpa pikir panjang, ibunya pun langsung memberikan uang Rp 75 juta kepada PYS.

Selanjutnya, pada 29 Juni, ibunya kembali memberikan uang kepada PYS sebesar Rp 50 juta, pada 28 September Rp 35 juta serta pada 26 September diberikan uang sebesar Rp 40 juta. “Totalnya mencapai Rp 200 juta. Katanya uang itu untuk memperlancar urusan, karena berkasnya dikirim langsung ke pusat,” terangnya.

Sialnya, hingga kini SK CPNS tersebut tak kunjung didapatkan Indra. Pihaknya mengaku sudah berulang kali meminta kepada PYS agar mengembalikan uang yang telah diberikannya. Hanya saja, tidak ada iktikad baik dari PYS untuk mengembalikan uang tersebut.

Geram tak ada kejelasan, Indra lantas melaporkan dugaan penipuan ini ke Mapolres Buleleng. “Setiap saya tanya soal SK, jawabannya selalu tunggu, akan dicek dulu ke pusat. Akhirnya kasus ini saya laporkan ke Polres, karena dia tidak ada iktikad baik untuk mengembalikan uang milik ibu saya,” jelasnya.

Sejatinya Indra sempat berpikir berulang kali untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Ia takut terseret kasus penyuapan. Setelah mendapat dukungan dari berbagai pihak, akhirnya saya memberanikan diri untuk melapor. “ Terpaksa saya memberanikan diri,” tutupnya.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya, saat dikonfirmasi, membenarkan terkait adanya laporan dugaan tindakan penipuan tersebut. Namun, karena kasus ini baru dilaporkan, pihaknya pun akan mempelajari terlebih dahulu kasus tersebut, serta mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi yang lain.

“Pastinya, kami masih pelajari, apakah kasus ini ada unsur pidananya atau tidak. Nanti hasilnya akan segera kami sampaikan,” katanya singkat. (jpr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...