Parah, Capaian Retribusi Parkir hanya 12 Persen

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pendapatan PD Parkir Makassar dalam sorotan DPRD Makassar. Betapa tidak, capaian atau realisasi pendapatannya hanya Rp12 triliun dari target Rp46 miliar. Hanya 12 persen dari target.

Ketua Komisi B Bidang Ekonomi dan Pendapatan DPRD Makassar, William Laurin menyoroti realisasi pendapatan PD Parkir Makassar Raya yang masih jauh dari target hingga menjelang akhir tahun 2019.

“Angkanya bahkan tidak mencapai 50 persen, padahal ini sudah di ujung tahun,” kata William, Kamis, 21 November.

Wiliam menegaskan, PD Parkir Makassar Raya harus melakukan evaluasi kinerjanya agar dapat meningkat dan mencapai target yang ditentukan. Pasalnya selama ini PD Parkir termasuk perusahaan daerah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi.

“Parkir liar yang membuat potensi pajak bocor. PD Parkir sebenarnya sudah mengakui itu, makanya ada operasi menghentikan juru parkir liar,” paparnya.

Dia menambahkan, potensi retribusi yang didapatkan dari parkir elektronik seharusnya mampu mendongkrak pendapatan. Namun, ternyata juga tidak signifikan.

“Dulu, dengan adanya parkir elektronik, ekspektasi sangat besar mampu dongkrak pendapatan. Tetapi ini kok tidak maksimal,” bebernya.

Ia mengaku akan mendesak pihak PD Parkir untuk menghadirkan terobosan dan inovasi yang bisa ditawarkan untuk meningkatkan pendapatan. Jika tidak, maka pendapatan parkir tidak akan mampu mencapai target.

Anggota Komisi B Bidang Keuangan dan Ekonomi DPRD Makassar, Hasanuddin Leo mengakui sektor parkir memang menjadi sektor yang termasuk mendapatkan tantangan besar. Termasuk pihak yang mau mengambil keuntungan pribadi.

“Seharusnya mereka (PD Parkir) ini mampu memetakan kendala dan solusinya agar ketika ada masalah sudah diketahui jalan keluar yang dapat ditempuh,” paparnya.

Leo mencontohkan, dalam penerapan parkir elektronik sebenarnya bisa saja dalam kurun waktu tertentu melibatkan polisi. Tujuannya agar dalam penerapannya dapat berjalan optimal.

“Jadi jangan jalan sendiri. Ini harus kerja sama dan terintegrasi. Libatkan Satpol PP dan unsur kepolisian juga,” usulnya.

Direktur Operasional (Dirops) PD Parkir, Syahrir Sappaile mengakui salah satu kendala yang dihadapi yakni parkir liar. Namun secara perlahan terus ditertibkan dengan melibatkan tim.

“Tentu kita terus bergerak agar parkir liar bisa semakin ditekan. Itu tentu mempengaruhi pendapatan sebab mereka tidak setor ke kita,” jelasnya.

Terkait pemasangan Terminal Parkir Elektronik (TPE) yang mendapatkan sorotan sebab belum mampu mendongkrak pendapatan, ia mengakui memang masih menemui beberapa kendala.

Terutama juru parkir yang telah ditunjuk, tetapi tidak menjalankan tugasnya dan tidak mengikuti SOP. Petugas tidak mengarahkan pengendara untuk mengambil struk TPE.

“Alatnya bagus, namun juru parkir yang ternyata tidak menjalankan tugasnya,” tegasnya. (abd/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...