Pemkot Surabaya Sulap Kalimas Museum Hidup

GANDENG BEBERAPA KOMUNITAS: Kondisi Kalimas di Jembatan Ujung Galuh. Dispusip melakukan observasi untuk jadikan sungai tersebut museum hidup. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

Setelah mengobservasi, lanjut dia, pihaknya bakal menyusun narasi berdasar temuan dan kajian yang ada. Hasil narasi itulah yang akan digunakan sebagai bahan untuk menjelaskan kepada pengunjung mengenai Kalimas sebagai museum hidup.

Pendiri Komunitas Roodebrug Soerabaia Ady Setiawan menyatakan, sebelum dijadikan museum hidup dan tujuan wisata nanti, hal pertama yang dilakukan pemkot adalah revitalisasi kedalaman sungai. Sebab, di beberapa titik Kalimas saat ini mengalami pendangkalan parah.

Dia juga menyarankan dibangunnya akses untuk pejalan kaki dan pesepeda di sepanjang Kalimas. Akses tersebut penting untuk menumbuhkan semangat warga kota. ’’Pengalaman saya singgah di beberapa kota di luar negeri menunjukkan ini,’’ terangnya. (jpg/fajar)

Tentang Museum Hidup Kalimas:

  • Kalimas akan dibagi tiga zona kawasan. Masing-masing kawasan memiliki beberapa peninggalan unggulan.
  • Disiapkan narasi mengenai perubahan Kalimas dari masa ke masa.
  • Pengunjung juga bisa melihat aktivitas warga yang tinggal di sepanjang sungai.

Diolah dari berbagai sumber

KONTEN BERSPONSOR

Komentar