Rumah Impian untuk Warga Miskin Dinilai Proyek Cari Untung

0 Komentar

Anggota DPRD Parepare, belum lama ini meninjau pembangunan rumah impian di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki yang sementara dibangun dari anggaran APBD 2019. (SUARDI MANYIPI /FAJAR)

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Proyek pembangunan rumah impian di Parepare, disinyalir sarat kepentingan. Kepentingan dalam hal ini berkedok cari untung.

Pejabat pembuat anggaran di DPRD Parepare, Rudy Najamuddin menilai proyek ini adalah lahan basah untuk meraup uang banyak. Sebab, keuntungan yang bisa dikantongi bisa mencapai Rp20-30 juta satu unit rumah.

“Coba hitung-hitung secara kasar saja. Satu rumah dianggarkan Rp75 juta. Terus rumahnya tipe 36. Terus, kategori subsidi. Kalau saya hitung-hitung banyak bisa dikantongi keuntungan di situ,” ujarnya, Jumat (22/11/2019).

Kata Rudy, hitungannya sangat sederhana. Ini rumah subsidi jadi kalau dianggarkan berarti satu meter cuma dihargai Rp1,5 juta.

“Nah dari Rp 1,5 juta ini kemudian dikalikan 36 (tipe rumah) dan hasilnya cuma Rp54 juta,” bebernya.

Itu pun, Rp54 juta ini sudah kategori rumah permanen. Bukan semipermanen. Sementara, yang akan dibangun cuma semipermanen.

“Rasional tidak? Kalau saya tidak. Banyak sekali selisihnya. Coret saja atau solusinya tambah rumahnya,” sesalnya.

Kepala Dinas DKPP Parepare, Gustam Kasim membantah keras bila proyek rumah impian ini sarat kepentingan. Menurutnya program ini semata untuk warga miskin.

Terkait tingginya nilai rumah per unit yang diusulkan, Gustam berdalih tak ada yang salah. Itu sudah tepat sebab untuk membangun sekarang ini tak boleh disamakan seperti membangun rumah tahun-tahun sebelumnya.

“Jangan dibandingkan dengan harga bahan bangunan tahun ini dan sekarang. Harganya kan sekarang semakin mahal. Wajar lah kalau anggarannya tinggi,” dalihnya. (sua)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...