Terduga Teroris yang Diringkus Densus 88 di Bone Warga Pendatang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Pasca ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Densus 88 mengamankan 71 orang terduga teroris dari berbagai daerah. Satu diantaranya dari Bone, Sulsel.

Dari total 71 orang, 68 orang dalam proses penyidikan. Satu orang tewas karena ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan, serta dua orang tewas karena melawan polisi saat akan ditangkap.

Para terduga teroris itu ditangkap dipelbagai daerah seperti, Pekanbaru, Riau ditangkap lima orang, Jabodetabek tiga orang, Banten lima orang, Jawa Tengah 11 orang, Jawa Timur dua orang, Jawa Barat 11 orang, Medan 30 orang, Kalimantan ada satu orang, Aceh empat orang dan di Sulsel satu orang.

Di Sulsel sendiri berdasarkan informasi yang dihimpun diamankan di Kabupaten Bone. Pada hari senin, 18 November kemarin. Diamankan di Jl Urip Sumuharjo, Kelurahan Walanae, Kecamatan Tanete Rittang Barat pada pagi hari.

Kapolres Bone, AKBP I Made Ary Pradana membenarkan soal operasi penangkapan yang dilakukan Densus 88 itu di Bumi Arung Palakka. “Benar. Itu ditangani Densus. Lebih lengkap barangkali bisa koordinasi dengan Humas dari Densus,” katanya kemarin.

Berdasarkan penelusuran FAJAR di Walanae, identitas terduga teroris yang diamankan itu bernama Budi Haryadi, dia merupakan buruh harian. Setelah ditelusuri dia penduduk pendatang di Bone, dia merupakan orang dari Bojongsero, Bandung Barat.

Salah seorang sumber FAJAR yang enggan disebutkan namanya, mengetahui adanya penangkapan tersebut apalagi pagi hari. Sekitar pukul 07.00 Wita. Namun, dia tak mengetahui persis siapa yang melakukan penangkapan.

“Kalau yang saya tahu sesuai informasi dari warga, memang ada seseorang yang diamankan dan ditanya-tanya tapi warga juga tidak tau siapa yg nangkap. Kemudian yang ditangkap ini bukan orang penduduk asli, tapi warga pendatang dan bekerja sebagai tukang batu,” ucapnya. (gun)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...