Minum Kopi Tetap Bahaya Jika Gula Tak Dikurangi

0 Komentar

FAJAR.CO.ID -- Minum kopi akan lebih sehat jika membatasi kandungan gula di dalamnya. Bagi pencinta kopi manis, madu bisa menjadi pilihan alternatif. Namun, benarkah kopi madu jauh lebuih menyehatkan?

Secara teori, memasukkan madu ke dalam kopi terdengar jauh lebih baik daripada gula. Ahli Diet Senior di UCLA Medical Center, Dana Hunnes, PhD, MPH, RD, menjelaskan hal itu.

Dilansir dari Well And Good, Sabtu (23/11) secara umum, madu memiliki kelebihan dalam hal kepadatan nutrisi dibandingkan dengan gula, seperti memiliki vitamin B2 dan B6, zat besi, dan mangan. Vitamin B sangat penting untuk memberikan energi bagi tubuh, dan dikombinasikan dengan kafein dalam kopi.

Zat besi dalam madu bisa meningkatkan kesehatan jantung. Mangan memiliki sifat antioksidan dan dapat mendukung kesehatan tulang. Madu juga memiliki beberapa sifat antibakteri.

“Penting memilih madu asli. Banyak produk madu di luar sana yang tidak mengandung 100 persen madu. Saat membeli madu, pastikan labelnya mengatakan ‘madu murni’ dan tidak ada bahan lain tercantum dalam daftar bahan,” tegasnya.

Walaupun mengganti gula dengan madu dalam kopi mungkin terdengar lebih sehat, Hunnes tidak yakin bahwa itu adalah pilihan yang lebih bergizi. Sebab madu masih bisa terurai menjadi gula.

“Madu memang memiliki nilai gizi yang lebih sehat daripada gula, tetapi pada akhirnya, madu juga masih bisa mempengaruhi gula darah dengan cara yang sama seperti gula,” ujarnya.

Satu sendok makan madu memiliki 17 gram gula dan 64 kalori. Bandingkan dengan satu sendok makan gula pasir, yang memiliki 13 gram gula dan 49 kalori. “Saya tidak yakin bahwa madu bisa menggantikan gula. Sebab kemungkinan hal itu juga tergantung pada jumlah madu yang ditambahkan,” kata Hunnes.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa menambahkan madu pada kopi sebetulnya hal yang tidak perlu. “Tapi jika ingin, boleh saja dengan batasan. Jangan hanya karena ingin mengikuti tren,” ujarnya. (jpg)

FAJAR.CO.ID — Minum kopi akan lebih sehat jika membatasi kandungan gula di dalamnya. Bagi pencinta kopi manis, madu bisa menjadi pilihan alternatif. Namun, benarkah kopi madu jauh lebuih menyehatkan?

Secara teori, memasukkan madu ke dalam kopi terdengar jauh lebih baik daripada gula. Ahli Diet Senior di UCLA Medical Center, Dana Hunnes, PhD, MPH, RD, menjelaskan hal itu.

Dilansir dari Well And Good, Sabtu (23/11) secara umum, madu memiliki kelebihan dalam hal kepadatan nutrisi dibandingkan dengan gula, seperti memiliki vitamin B2 dan B6, zat besi, dan mangan. Vitamin B sangat penting untuk memberikan energi bagi tubuh, dan dikombinasikan dengan kafein dalam kopi.

Zat besi dalam madu bisa meningkatkan kesehatan jantung. Mangan memiliki sifat antioksidan dan dapat mendukung kesehatan tulang. Madu juga memiliki beberapa sifat antibakteri.

“Penting memilih madu asli. Banyak produk madu di luar sana yang tidak mengandung 100 persen madu. Saat membeli madu, pastikan labelnya mengatakan ‘madu murni’ dan tidak ada bahan lain tercantum dalam daftar bahan,” tegasnya.

Walaupun mengganti gula dengan madu dalam kopi mungkin terdengar lebih sehat, Hunnes tidak yakin bahwa itu adalah pilihan yang lebih bergizi. Sebab madu masih bisa terurai menjadi gula.

“Madu memang memiliki nilai gizi yang lebih sehat daripada gula, tetapi pada akhirnya, madu juga masih bisa mempengaruhi gula darah dengan cara yang sama seperti gula,” ujarnya.

Satu sendok makan madu memiliki 17 gram gula dan 64 kalori. Bandingkan dengan satu sendok makan gula pasir, yang memiliki 13 gram gula dan 49 kalori. “Saya tidak yakin bahwa madu bisa menggantikan gula. Sebab kemungkinan hal itu juga tergantung pada jumlah madu yang ditambahkan,” kata Hunnes.

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa menambahkan madu pada kopi sebetulnya hal yang tidak perlu. “Tapi jika ingin, boleh saja dengan batasan. Jangan hanya karena ingin mengikuti tren,” ujarnya. (jpg)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...