NA dan Basmin Sepakat Ajukan Diskresi Pemekaran Luwu Tengah ke Presiden

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PALOPO- Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama Bupati Luwu, Basmin Matayang sepakat untuk mengajukan diskresi (kebebasan atas penentuan nasib sendiri) wilayah Luwu Tengah menjadi daerah otonom.

Keputusan ini berdasarkan aspirasi masyarakat dan mahasiswa yang menginginkan pemerintah pusat mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) dan memekarkan wilayah Luwu Tengah menjadi kabupaten.

“Kabupaten Luwu itu memiliki wilayah Walmas, Daerah Walmas itu terdapat kurang lebih 6 kacamatan. Dari ibu kota kabupaten ke Walmas itu cukup jauh, sehingga pelayanan masyarakat tentu tidak maksimal,” jelas Gubernur Nurdin Abdullah di tengah kunjungannya di Luwu Raya pada Kamis (21/11/2019).

Nurdin meyakini, pemekaran wilayah Luwu Tengah dapat meningkatkan kesejahteraan dan optimalisasi pelayanan bagi masyarakat daerah ini.

“Oleh karena itu kami bersama pak Bupati sepakat untuk meminta diskresi dari Presiden supaya Luwu Tengah ini bagaimana secepatnya bisa dimekarkan, supaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Nurdin.

Ia mengharap semua pihak tidak berlebihan menyikapi langkahnya bersama Bupati Luwu mengajukan diskresi ke Presiden.

“Saya kira kita tidak perlu berlebihan menyikapi ini, yang pasti kita punya niat baik untuk mengusulkan ke pemerintah pusat dalam hal ini Pak Presiden,”ungkapnya.

Nurdin menyebutkan, sebelumnya, Presiden telah sempat menyampaikan wacana mengenai kesempatan Luwu Tengah menjadi wilayah otonom.

“Saya kira dulu waktu Bapak Presiden kita sudah sampaikan, kita punya keinginan besar untuk Luwu Tengah ini menjadi daerah otonomi,” tutupnya.(fik).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...