Guru Honorer Garut Memulai Tinggalkan Ruang Kelas

Seorang guru perempuan saat mendampingi siswa pada hari pertama sekolah tahun ajaran baru. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, GARUT– Guru honorer seluruh Kabupaten Garut, Jawa Barat menyatakan mogok mengajar atau meninggalkan ruang kelas. Aksi damai itu bakal digelar pada 28 November 2019.

Aksi yang nantinya akan diisi dengan orasi dan doa bersama seluruh honorer Kabupaten Garut itu merupakan hasil kepakatan bersama antara Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Forum Honorer Kabupaten Garut (FHKG) dan Forum Aliansi Guru Garut (FAGAR).

Mantan Ketua PB PGRI Didi Suprijadi pun memberikan dukungan pada aksi damai 28 November 2019 yang akan dilakukan seluruh honorer di Kabupaten Garut itu.

“Tentu saya sangat mendukung aksi tersebut. Apalagi tuntutan aksinya sangat jelas, mereka menuntut pemerintah pusat membuatkan regulasi dan meningkatkan kesejahteraan seluruh honorer,” kata Didi, Minggu (24/11).

Didi juga menjelaskan, dasar diperbolehkannya mogok kerja atau meninggalkan ruang kelas bagi honorer adalah UU 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Kepmenaker Nomor 232 Tahun 2003.

“Saya yakin gerakan meninggalkan ruang kelas yang dipelopori oleh guru di Garut bisa menginspirasi honorer lainnya di Indonesia dengan melakukan gerakan yang sama dan serentak serta tuntutan sama,” ucapnya.

Dia menambahkan, gerakan aksi bersama honorer tujuannya semata-mata untuk memperbaiki kesejahteraan, status dan jaminan sosialnya.

Sebelumnya, Ketua FAGAR Cecep Kurniadi berharap agar instansi Satuan Kerja Pelaksana Daerah (SKPD) Garut bisa mengerahkan seluruh pegawai honorer untuk melakukan doa bersama.

“Sebagai penanda, peserta aksi nantinya akan mengenakan pita hitam di lengan kirinya,” ujar Cecep. (jpg/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah Umar

Comment

Loading...